21 November 2016

Patroli Dialogis Mencegah Terjadinya Kejahatan Jalanan

(Pasal 55 ayat 1, Perkap No 23 tahun 2010)
Satuan Sabhara adalah unsur pelaksana tugas pokok, yang bertugas melaksanakan Turjawali dan pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek vital, TPTKP, penanganan Tipiring, dan pengendalian massa dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pengamanan markas.
Jalurberita.com - Reformasi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju masyarakat sipil yang demokratis menuntut adanya perubahan didalam berbagai bidang dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pula pada meningkatnya gangguan Kamtibmas sebagai core business Polri, oleh karena  sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 13 disebutkan bahwa Tugas Pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Perkembangan lingkungan strategis yang ditandai dengan adanya arus globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi, telah menimbulkan berbagai perubahan dan perkembangan yang membawa kemajuan diberbagai aspek kehidupan. Sebaliknya juga telah memunculkan berbagai potensi gangguan kamtibmas. Untuk itu peran polri dalam mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan sangat diperlukan. Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis maka berkembang pula berbagai jenis kejahatan seperti diantaranya kejahatan jalanan.
Kejahatan jalanan atau yang biasa dikenal dengan street crimes merupakan jenis kejahatan konvensional yang sangat mengancam kehidupan masyarakat. Apalagi bila kejahatan jalanan ini disertai dengan kekerasan (crime by using force) semisal penjambretan, penodongan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Sehingga kejahatan jalanan ini telah menimbulkan perasaan tidak aman bagi masyarakat dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari, dan merupakan kondisi yang dapat mengganggu terhadap stabilitas kamtibmas.
Masyarakat menaruh harapan yang besar terhadap Polri untuk mampu memelihara Kamtibmas secara professional, akuntabel, dan transparan. Harapan masyarakat ini diemban oleh seluruh satuan kerja / fungsi yang terdapat dalam struktur Polri sebagai aparatur negara. Tidak terkecuali oleh satuan fungsi Sabhara. Satuan fungsi Sabhara memiliki domain tugas yang penting untuk menciptakan dan memelihara kamtibmas secara langsung bagi masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Satuan Sabhara saat ini lebih mengedepankan pendekatan kepada masyarakat dengan cara melakukan patroli dialogis. Dengan cara ini pesan – pesan kamtibmas dapat disampaikan sehingga mampu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas dengan cara menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan tinggalnya. Tujuan lain dari pelaksanaan patroli dialogis ini adalah untuk mencegah kejahatan sekaligus meningkatkan kedekatan polisi dengan masyarakatnya.
Pelaksanaan tugas patroli ini tentunya membutuhkan persyaratan kemampuan antara lain kemampuan komunikasi serta pengetahuan tentang karakteristik kerawanan wilayah penugasan oleh para personel/petugas pelaksana patroli. Hal ini dimaksudkan agar personel patroli mampu berinteraksi dengan baik terhadap masyarakat sehingga target untuk mencegah kejahatan jalanan dapat tercapai.
Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan 2 (dua) orang atau lebih anggota Polri, sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan. Sementara patroli dialogis dapat diartikan kegiatan patroli yang dilakukan oleh satuan Sabhara Polri dengan melakukan tatap muka kepada semua lini termasuk tokoh masyarakat.

No comments: