23 August 2016

Intelijen Untuk Mengantisipasi Kejahatan Jalanan

Kejahatan Jalanan (street crime) adalah kejahatan-kejahatan tingkat akar rumput yang benar-benar meresahkan rakyat kecil. Kejahatan jalanan ini disertai dengan kekerasan (crime by using force) semisal penjambretan, penodongan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan, pembunuhan, curat, curanmor, dll”.
Jalurberita.com - Perkembangan lingkungan strategis di tingkat global yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang informasi dan komunikasi telah mempengaruhi segala aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Dengan adanya isu global tentang hak azasi manusia, demokratisasi dan lingkungan hidup dapat menjadi pemicu berbagai konflik di berbagai kawasan dunia yang bersumber dari masalah etnis, agama maupun sparatisme. Pada skala nasional, globalisasi telah memberikan dampak meningkatnya berbagai bentuk kejahatan konvensional, transnational crime dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti kejahatan pencucian uang, narkotika, perdagangan manusia, penyelundupan barang dan senjata, cyber crime, illegal logging, illegal mining, illegal fishing sampai kejahatan jalanan.

Kejahatan jalanan atau yang biasa dikenal dengan street crimes merupakan jenis kejahatan konvensional yang sangat mengancam kehidupan masyarakat. Apalagi bila kejahatan jalanan ini disertai dengan kekerasan (crime by using force) semisal penjambretan, penodongan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Sehingga kejahatan jalanan ini telah menimbulkan perasaan tidak aman bagi masyarakat dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari, dan merupakan kondisi yang dapat mengganggu terhadap stabilitas keamanan dalam negeri.
Upaya-upaya penanggulangan kejahatan jalanan pada dasarnya telah dilaksanakan oleh Polri, baik itu dalam bentuk kegiatan kepolisian maupun dalam operasi kepolisian, namun sampai dengan saat ini kejahatan jalanan masih menjadi bagian terbesar dari angka kriminalitas. Hal tersebut sebagaimana pula terjadi di wilayah Polres X, bahwa kejahatan jalanan ini merupakan kejahatan yang kedudukannya paling tinggi diantara kejahatan lainnya. Untuk itulah, mengingat kejahatan jalanan ini telah menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat dan merupakan faktor yang dapat mengganggu pembangunan nasional, maka Polri perlu mengambil langkah-langkah kongrit dengan menetapkan strategi yang tepat untuk terus mengeliminir kejahatan jalanan ini.
Sasaran penyelidikan intelijen diantaranya adalah yaitu potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata dalam bentuk fenomena, gejala dan kejadian di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang diperkirakan akan dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga untuk melaksanakan penyelidikan intelijen tersebut perlu ditunjang dengan dukungan sumber daya organsasi Satintelkam Polres X baik dari aspek kompetensi personel dan efektifitas sistem dan metode penyelidikan intelijen, yang dilakukan dengan Perencanaan, Pengumpulan, Pengolahan Bahan Keterangan dan Penyajian informasi kepada pimpinan.

Penyelidikan Intelijen adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan secara terencana dan terarah dalam rangka mencari dan mengumpulkan bahan keterangan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan (Ipoleksosbudkam), selanjutnya diolah dan disajikan kepada pimpinan guna menentukan kebijakan.

No comments: