15 June 2016

Manajemen Operasi, Dan Penyalahgunaan Narkoba

“Penyusunan SOP Operasi kepolisian sebagai penjabaran Perkap Nomor 9 tahun 2011 tentang Manajemen Operasi Kepolisian perlu di tingkatkan sehingga Polres X Bebas Narkoba”

Jalurberita.com - Operasi Antik adalah Nama Sandi untuk Operasi Penegakan Hukum Terpusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Perkap Nomor 9 tahun 2011 tentang MOK yang bertujuan untuk 1) Mencegah berkembangnya penanaman ganja, pendistribusian, peredaran dan penyalah gunaan narkoba / ganja dan sabu; 2) Memutuskan jaringan sindikat peredaran gelap dan penyalah gunaan narkoba / ganja serta Sabu; 3) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan peredaran gelap dan penyalah gunaan narkoba / ganja serta sabu serta 4) Terjamin dan terhindarnya masyarakat dari peredaran, pendistribusian dan penyalah gunaan narkoba / ganja serta sabu.

Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya) adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2009, atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Fenomena Narkoba merupakan salah satu problema besar yang dihadapi oleh masyarakat dunia, penggunaan dan penyelundupan Narkoba kian marak dan sulit dilacak sesuai dengan perkembangan dimensi maupun modus operandinya. Sedemikian rumit penyelundupan Narkoba masalah tersebut sehingga PBB mengkategorikannya dalam kejahatan terorganisasi. Tingginya tingkat perdagangan dan perputaran uang dalam penyelundupan Narkoba diperkirakan sudah mencapai 1.500 milyar dolar pertahun.

Di Indonesia, maraknya peredaran Narkoba di Indonesia telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 12 triliun setiap tahunnya. Data yang diperoleh dari BNN menyebutkan 15.000 orang meninggal akibat penyalahgunaan Narkoba. Dari jumlah tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa 40 nyawa per hari harus melayang akibat Narkoba. Anak-anak terutama remaja merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba). Berdasarkan riset dari Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2010 jumlah penyalahguna Narkoba di Indonesia mencapai 1,5 persen dari populasi, atau sekitar 3,2 juta orang, 10 persen diantaranya adalah anak-anak dan remaja dengan rentang usia 7-19 tahun. Usia termuda pengguna Narkoba adalah tujuh tahun dan rata-rata mereka pertama kali menggunakan Narkoba saat berusia 15 tahun, dengan angka terbesar penyalah guna Narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Data tersebut memperlihatkan betapa mengerikan ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba ini terhadap kehancuran generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan apabila tidak ada penanganan yang serius, efektif, dan konsisten oleh segenap komponen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat.

Manajemen Operasi.Manajemen merupakan sebuah subyek yang sangat penting karena mempersoalkan usaha penetapan serta pencapaian sasaran-sasaran. Manajemen bukan saja untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menetapkan tujuan-tujuan yang harus dicapai tetapi juga untuk mengkombinasikan secara efektif bakat orang-orang dan mendayagunakan sumber-sumber materiil yang ada. Manajemen terdapat pada, hampir semua kegiatan manusia baik pada kantor, sekolah, bank, pabrik, toko dan semua kegiatan termasuk kegiatan dalam rumah tangga.

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.

Tahap Perencanaan dalam manajemen Operasi.
Dalam tahap perencanaan manajemen operasi pada latihan pra operasi ditujukan untuk melakukan pengecekan dan pengecekan ulang (check and re-check) terhadap berbagai aspek sumber daya operasi seperti halnya kesiapan personel, logistik dan materiil yang akan digunakan dalam pelaksanaan operasi. Dalam latihan pra operasi, dilakukan pembekalan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi yang materinya menyangkut materi tentang Narkoba, Struktur Organisasi Operasi, peran dan fungsi serta tanggung setiap personel dalam mendukung suksesnya operasi.

Penentuan Target Operasi (TO) berdasarkan hasil penyelidikan intelejen sehingga dihasilkan data akurat dan layak digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan serta mampu mengungkap sindikat kejahatan Narkoba sampai ke akar-akarnya.

Dilaksanakan pengecekan personel, logistik dan materiil yang akan digunakan dalam pelaksanaan operasi secara optimal sehingga seluruh sumber daya yang diperlukan dalam operasi tersedia secara maksimal.

Perencanaan operasi dilaksanakan secara terjadwal dan memperhatikan kebutuhan di lapangan tidak sekadar melaksanakan kewajiban operasi terpusat atau menyerap sisa anggaran sehingga program Polres bebas Narkoba dapat tercapai.

Tahap Pengorganisasian dalam manajemen Operasi
Penyiapan administrasi berupa sprin, prinlakops, struktur organisasi, penjabaran tugas, panel data dan posko operasi terlaksana secara tepat waktu sehingga mampu mendukung pelaksanaan operasi secara umum.

Hubungan Tata cara kerja (HTCK) masing-masing personel yang terlibat operasi terlaksana dengan baik sehingga pola pelaksanaan operasi berjalan secara sinergis dan simultan.

Tahap Pelaksanaan dalam manajemen Operasi
Pelaksanaan operasi yang bersifat penegakkan hukum diikuti dengan operasi yang bersifat preemtif dan preventif sehingga di daerah tersebut bebas dari Narkoba

Satgas yang terlibat dalam operasi masih menjalankan tugas secara maksimal sehingga hasil operasi mampu memenuhi tujuan operasi.Dilaksanakannya koordinasi secara selektif untuk menghindarkan dari bocornya Target Operasi sehingga ketika akan dilakukan operasi, target operasi dapat ditangkap.

Satgasops Bantuan melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal dalam mendukung terselenggaranya operasi seperti dengan melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran oleh personel sehingga operasi berjalan secara profesional dan akuntabel karena tidak lagi diwarnai oleh berbagai pelanggaran oleh personel.

Tahap Pengendalian dalam manajemen Operasi
Analisa dan evaluasi dilakukan berdasarkan pada fakta-fakta/data-data tertulis dan hasil di lapangan sehingga hasil analisa tersebut mampu tersaji secara ojektif dan mampu menjadi solusi yang dapat dijadikan sebagai acuan/referensi oleh personel yang lain di kemudian hari.

Kebocoran informasi operasi ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan baik internal maupun eksternal sehingga tidak lagi terjadi kebocoran informasi operasi di kemudian hari karena oknum yang membocorkan telah ditindak.

Optimalnya pengawasan dan pengendalian secara berjenjang yang dilaksanakan oleh pejabat fungsi maupun pejabat terstruktur sehingga mampu menekan berbagai potensi pelanggaran yang mungkin terjadi. Optimalnya fungsi pengawasan juga memungkinkan adanya koreksi secara langsung dalam setiap tahapan operasi sehingga permasalahan dapat dengan segera diselesaikan.

No comments: