20 June 2015

Optimalisasi Pendidikan Babinkamtibmas

Jalurberita.com - Semangat perubahan Paradigma baru Polri menuntut Polri menerapkan prinsip-prinsip manajemen partisipatoris yang mengharuskan setiap anggota Polri aktif memberikan masukan dalam rangka pengambilan keputusan terhadap berbagai masalah yang terjadi di lapangan. Semangat tersebut di kemas dalam sinergitas polisional dengan harapan tercipta kebersamaan antar unsur dan koponen Negara dan masyarakat dalam mengambil langkah mengatasi potensi ngangguan keamanan. Sinergitas polisonal bermakna kebersamaan antar unsur komponen Negara dan masyarakat dalam mengambil langkah mendahuli potensi konflik menjadi ngangguan keamanan dengan menyusun pemecahan masalah sebagai eliminasi potensi gangguan yang mengendap di berbagai permasalahan pada bidang pemerintahan, kehidupan social maupun ekonomi.

Secara umum permasalahan keamanan dan ketertiban bukanlah tanggung jawab polisi saja melainkan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu dalam rangka menciptakan dan memelihara keamanan Polisi perlu mendapatkan dukungan dan kerja sama dari masyarakat, instansi terkait, Pemerintah Daerah maupun Pusat, institusi-institusi penegak hukum, institusi kemasyarakatan dan sebagainya (Kenney: 1975:33). Namun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, berbagai permasalahan yang ada maka Polri terus berusaha melakukan pembenahan dari berbagai sisi dengan konsep paradigma baru polri salah satunya dengan peningkatan sumberdaya manusia polri dengan melakukan pendidikan kepada Babinkamtibmas sebagai kepanjangan polri yang ada di desa-desa. Peningkatan pedidikan sumber daya polri merupakan siklus yang ada dalam intitusi polri dan telah dilaksanakan di seluruh Indonesia berupa penyediaan personil polri, pendidikan, penggunaan, perawatan dan pengakhiran dinas.

Optimalisasi Pendidikan Babinkamtibmas  
Pembinaan pendidikan harus dilaksanakan secara kontinyu dan konsisten agar kualitas anggota makin terasah dan makin professional menghadapi setiap permasalahan yang ada dalam masyarakat. Karena itu pelaksanaan pendidikan harus mampu meningkatkan skill personil/ kemampuan, knowledge/ pengetahuan, attitude/sikap. Adapun peningkatan yang diharapkan berupa :

Terpenuhinya semua desa-desa yang ada di Indonesia yang berjumlah 73 ribu desa oleh petugas Babinkamtibmas. Dengan terpenuhinya desa-desa yang ada Indonesia maka keberadaan Polri akan semakin terasa dengan hadirnya personil Polri di tengah-tengah masyarakat.

Peningkatan sumber daya personil Polri melalui pendidikan akan meningkatkan skill personil, khususnya Babinkamtibmas untuk dapat berperan dalam memberikan sosialisasi, baik peraturan-peraturan yang ada maupun peraturan tentang Polmas sehingga sinergitas Polisional dapat terwujud dengan maksimal.

Peningkatan SDM melalui pendidikan yang dilakukan oleh Polri bertujuan untuk meningkatkan Knowledge/pengetahuan yang di miliki oleh personil Polri, khususnya babinkamtibmas sehingga terwujud Polri yang profesional dalam melaksanakan tugasnya. Dengan knowledge/pengetahuan yang dimiliki Polri maka pembentukan sinergitas Polisional yang diisi oleh masyarakyat yang peduli akan kamtibmas akan dengan cepat terwujud dan mampu berdampak pada kamtibmas.

Peningkatan SDM melalui pendidikan akan berdampak pada Attitude/sikap personil Polri dalam memberikan pelayanan pada Polri, khususnya babinkamtibmas dalam melakukan sosialisasi tentang Polmas sehingga masyarakat menjadi objek atau pelaku dalam menjaga kamtibmas, dengan sikap atau attitude yang baik maka Personil babinkamtibmas mampu melakukan pengamanan pada masyarakat dan mampu mencari mitra Polisional yang peduli dan mampu melaksanakan kegiatan polisional yang pada giliranya akan berdampak pada terciptanya sinergitas polisional.

No comments: