24 June 2014

Teori Motivasi, teori manajemen dan fungsinya

Jalurberita.com - Dalam penulisan makalah, skripsi ataupun tulisan ilmiah lainya sering kita dihadapkan kepada kajian teori, pada tulisan ini jalurberita berikan beberapa teori yang masih relevan dengan kondisi saat ini yang berhubungan dengan meningkatkan citra Positif Polri dalam rangka pemeliharaan Kamtibmas.

Teori Motivasi

Motif adalah pikiran – pikiran dan preferensi alamiah dan konstan dalam bidang tertentu yang mendorong, mengarahkan, dan menentukan perilaku yang ditunjukkan seseorang, Motif akan mendasari pemikiran, selanjutnya mempengaruhi prilaku, dan prilaku tersebut akan menuntun kepada pencapaian tujuan. Setiap motif ditandai oleh adanya keinginan yang kuat untuk memcapai tujuan yang dimaksud, dengan tujuan yang menarik maka seseorang akan temotivasi untuk mencapainya. Menurut Prof David Mc Clelland dalam bukunya Kiat sukses massa depan (2006:11) Pada dasarnya terdapat tiga Motif dalam diri setiap manusia yaitu :

a. Motivasi berprestasi (Need of Achievement) yaitu keinginan untuk memenuhi atau melampaui standar prestasi tertentu dan atau untuk meningkatkan kinerja. Pada saat motif ini tersimulasi maka seseorang akan berpikir tentang bagaiman mengalahkan atau melampaui standar prestasi tertentu yang dianggap istimawa,dan mencapai atau melampaui standar keberhasilanyang telah ditetapkan secara pribadi.

b. Motivasi Afiliasi ( Need of Afiliation ) yaitu keinginan untuk memelihara atau menghindari terganggunya hubungan yang erat dengan orang lain.

c. Motivasi berkuasa (Need of Power) yaitu keinginan untuk mempengaruhi atau untuk memberikan dampak terhadap orang lain .

Dalam diri manusia terdapat ketiga jenis motif tersebut namun kadar setiap motif berbeda – beda pada diri setiap orang, oleh sebab itu dalam memberikan motivasi kepada seseorang kita harus tahu terlebih dahulu akan sifat dan karakteristiknya sehingga akan tahu bagaimana cara yang tepat dalam memberikan motivasi kepada orang yang akan diberikan motivasi.Ada beberapa Faktor sebagai pendorong Motivasi yaitu :

a. Faktor Intrinsik adalah faktor - faktor pendorong yang muncul dari dalam diri seseorang,jika faktor ini sudah terbentuk maka berdampak terhadap tumbuhnya motivasi lebih besar dalam jangka panjang.

b. Faktor ekstrinsik adalah faktor – faktor pendorong yang muncul dari luar diri seseorang dimana setiap faktor tersebut dapat dinilai besarannya dengan sejumlah uang. Faktor – faktor ini biasanya akan dengan cepat meningkatkan Motivasi, Faktor ekstrnsik sering disebut sebagai remunerasi, biasanya berbentuk : Gaji pokok, tunjangan – tunjangan pokok, Insentif : Bonus Tahunan, bonus prestasi, penghargaan, pembagian keuntungan, Manfaat atau fasilitas : Pensiun, kesehatan, asuransi, fasilitas mobil, fasilitas rumah, fasilitas kerja, dan lain – lain.

Teori Manajemen (Management)
Mary Follet mendefinisikan manajemen sebagai “ Seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain “ (Sirait:1994), sehingga dalam mencapai tujuan organisasi dilakukan manajer dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan tugas masing-masing. Namun demikian seorang manajer tidak hanya menggerakkan sumber daya manusia dalam organisasinya dengan menggerakan semua sumber daya organisasi. Peter Drucker mengatakan bahwa prestasi manajer diukur dalam dua konsep yaitu efisiensi dan efektifitas (Sirait:1994). Efisiensi yaitu kemampuan untuk melakukan kerja dengan benar dimana dapat menghasilkan output sebesar-besarnya dengan menekan penggunaan sumber daya seminimal mungkin. Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat terkait dengan melakukan pekerjaan yang benar.

Sementara itu Amin Widjaya Tunggal,Ak.MBA dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Suatu Pengantar” memberikan penjelasan bahwa:” Fungsi-fungsi atau bagian-bagian dari proses management terdiri dari ”:

a. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan fungsi manajerial yang pertama dan utama dimana rencana menyatakan tujuan organisasi dan menentukan prosedur untuk mencapainya.

b. Pengorganisasian (Organizing) Setelah menentukan tujuan dan membuat rencana maka perlu dirancang suatu organisasi yang akan melaksanakan rencana tersebut dengan baik. Pengorganisasian akan memperjelas siapa berbuat apa dan bertanggung jawab kepada siapa sehingga tugas masing-masing anggota jelas dan tidak terjadi tumpang tindih.

c. Pelaksanaan (Activiting) Rencana dan pengorganisasian tidak akan berarti apabila tidak dilaksanakan sehingga tahap selanjutnya adalah pelaksanaan dengan merangsang anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan mereka dengan kemauan dan secara antusias.

d. Pengendalian (Controlling) Merupakan aktivitas untuk mengawasi aktivitas agar sesuai dengan rencana-rencana sehingga memastikan bahwa gerak organisasi tetap pada arah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Penjelasan tersebut mengisyaratkan bahwa untuk memperoleh hasil yang optimal dalam sebuah organisasi sangatlah dibutuhkan suatu pendekatan manejerial yang meliputi sekurang kurangnya empat aspek pokok yaitu : Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian.

Teori Manajemen strategis (Strategic Management)
Fred R David dalam bukunya “ Srategic Management “ mendefinisikan Manajemen Strategis sebagai seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi dan menciptakan peluang baru yang berbeda untuk masa mendatang. Proses manajemen strategi terdiri atas tiga tahap yaitu: formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Implementasi strategi mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan. 

Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya yang mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi dan menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi. Implementasi strategi disebut tahap pelaksanaan dalam manajemen strategis dan membutuhkan disiplin pribadi, komitmen dan pengorbanan, suksesnya implementasi strategi terletak pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan yang lebih tepat disebut seni daripada ilmu. Evaluasi strategi adalah tahap final dalam manajemen strategis yang merupakan alat utama bagi seorang manajer untuk mengetahui kapan strategi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tiga aktifitas dasar evaluasi strategi adalah : (1) meninjau ulang faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini, (2) mengukur kinerja dan, (3) mengambil tindakan korektif. Evaluasi dibutuhkan karena kesuksesan hari ini tidak menjamin kesuksesan hari esok.

Teori tersebut diatas mengarahkan kita bahwa untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam organisasi sangat diperlukan suatu pengamatan yang mendalam terhadap formulasi strategi, implementasi strategi tersebut dan melakukan evaluasi dengan berpedoman pada faktor- faktor kekuatan maupun kelemahan yang ada baik internal maupun eksternal.

Teori Analisa SWOT.
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan perkembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan organisasi. Dengan demikian perencanaan strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis organisasi (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada pada saat ini.

Analisa tersebut diatas memberi ruang kepada penulis untuk melakukan pengamatan yang mendalam terhadap faktor- faktor yang merupakan kekuatan, peluang, serta berusaha meminimalkan kelemahan, ancaman yang ada sehingga dapat menentukan cara yang tepat dalam menganalisa permasalahan yang penulis angkat dalam penulisan ini. Dimana menekankan pada kemitraan yang sejajar antara petugas Polmas dengan masyarakat lokal dalam menyelesaikan dan mengatasi setiap permasalahan sosial yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta ketentraman kehidupan masyarakat setempat dengan tujuan untuk mengurangi kejahatan dan rasa ketakutan akan kejahatan serta meningkatkan kualitas hidup warga setempat.