12 June 2014

Arahan Susilo Bambang Yudhoyono Terhadap Netralitas Polri

Jalurberita.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan dan instruksi kepada pemerintah pusat dan daerah serta jajaran TNI/Polri, Selasa 3 Juni 2014. Tak hanya pada para pembantunya, SBY juga memberikan masukan dan kritik kepada pers menjelang pelaksanaan pemilu presiden pada 9 Juli 2014. "Saya ajak semua pihak untuk menyukseskan pileg dan pilpres ini yang tidak berada di jajaran pemerintahan dan para penyelenggara pemilu, lembaga negara, lembaga penegak hukum, partai politik, civil society, pers dan media massa," kata SBY mengawali pidatonya di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa 3 Juni 2014.

SBY berharap, arahan dan instruksi itu dilakukan dengan baik oleh jajaran pemerintah pusat, daerah dan TNI/Polri. Berikut 13 arahan Presiden SBY menjelang Pilpres 2014:

1. SBY mengajak untuk sukseskan pilpres. Pada pemilu lalu, Indonesia bisa menyelenggarakan dua kali pemilu pilpres secara langsung dan pileg dengan sukses. Duniapun, kata dia mengakui dan memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan pemilu di Indonesia dengan damai fair dan demokratis.

2. SBY juga mengajak agar pemerintah ambil pelajaran pada pemilu sebelumnya dan pileg lalu.

3. SBY meminta agar penyelenggara pemilu pedomani aturan pemilu dari konstitusi, UUD 1945, UU Pemilu dan UU lainnya serta aturan-aturan lain yang dikeluarkan oleh penyelengara pemilu.

4. SBY meminta pemerintah menyadari tugas dan wewenang masing-masing apakah itu parpol, kepolisian, TNI, gubernur dan lainnya. Tetapkan dilakukan sosialisasi siapa bertugas apa agar jika ada pengaduan tidak salah alamat.

"Banyak yang mengira pemilu itu ada di bawah presiden. Tidak, jelaskan segamblang-gamblangnya," kata SBY.

5. SBY juga mengajak agar bisa cegah berbagai pelangaran pemilu termasuk intimidasi dan pemaksaan terhadap siapapun.

6. Cegah benturan antar kontestan pemilu. "Para pemimpin politik justru kita belajar pada rakyat kita, masyarakat kita telah matang dan patuh pada aturan pemilu," katanya.

7. SBY juga meminta agar ada akuntabilitas dan transparansi penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, penegak hukum. "Dalam pelaksanaan pemilu, suhu politik pasti meningkat, memanas, dan akhrinya panas. Karena itu cegah tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan kecurigaan dan tuduhan tidak perlu, apalagi kalau lantas menimbulkan fitnah," ujarnya.

8. Kalau ada protes, kata SBY lakukan secara damai dan sesuai prosedur. Jangan main hakim sendiri, melakukan kekerasan, aksi destruktif, anarki, merusak, benturan fisik antar pendukung.

9. Kepada pers dan media massa, SBY berharap memberitakan yang akurat dan konstruktif.

10. SBY juga meminta pada bupati dan wali kota tetap melakukan tugas di pemerintahan.

11. Bagi TNI/Polri juga tak diperbolehkan terlibat dalam politik praktis. Bahkan, SBY juga meminta agar pejabat TNI/Polri aktif yang bergabung dalam tim sukses pilpres tertentu untuk mengundurkan diri.

12. SBY juga menginstruksikan kepada jajaran pemerintah baik pusat dan daerah untuk membantu pemilu misalnya di Papua dan Papua Barat yang sulit dijangkau sesuai dengan permintaan jajaran KPU dan Bawaslu.

13. SBY juga meminta gunakan agar anggaran digunakan sebaik-baiknya, sebab dana yang di gunakan dalam pilpres sangat besar. "Ini satu putaran dan putaran kedua bisa disimpan untuk menghemat," kata dia.


https://drive.google.com/file/d/0B7l-zS-4RdLgWXE1S3oxdUpvbUk/edit?usp=sharing