11 January 2014

Sosialisasi Pengamanan dan Penggalangan Pemilu

Jalurberita.com - Memasuki masa kampanye partai pemilu 2014 maka pergesekan antara partai-partai peserta pemilu akan semakin terasa dan dikwatirkan memicu potensi konflik, Setidanya ada tiga tahapan dalam memenangkan sebuat perlombaan dalam memenangkan hati rakyat. menurut Atet Hendrawan, Sos penggiat LSM kabupaten bandung barat. Ketiga poin itu antara lain tahapan sosialisasi, pengamanan dan penggalangan.

Dalam tahap sosialisasi maka para peserta yaitu caleg dalam partai dan peserta partai pemilu 2014 akan semakin gencar dalam berkampanye sehingga harapanya partai dan nama caleg semakin di kenal didalam masyarakat. Dengan semakin terkenalnya caleg atau partai maka potensi mendapatkan suara akan terbuka. Dalam tahap ini maka peran polri harus semakin inten dalam mengawal kamtibmas karena pada tahap ini berbagai isu akan semakin ramai dan semakin liar di dalam mayarakat baik isu sara maupun isu lanya. Peran intelejen sebagai mata dan telinga Polri harus semakin di tingkatkan sehingga dapat mendapatkan informasi yang akurat dan bertampak kepada tekendalinya kamtibmas.

Intelejen Kepolisian (Intelkam) dilambangkan sebagai Kresna seorang ksatrya yang telah memahami dan mengamalkan makna yang terkandung dalam asthabrata. Artinya ia memiliki sifat delapan dewa yang mencerminkan kelebihan dan kehebatan para pemimpin atau pelindung dunia. Kresna berjiwa jujur, membela kebenaran dan keadilan. Sikap Kresna mencerminkan sifat-sifat ambek paramarta, ambek pinandhita dan ambek binathara. Begitulah sikap seorang intelkam diwujudkan bagai Krisna.

Pada saat ini fungsi intelkam sudah sangat jauh berkembang, berupa :
Penyelidikan, Pengamatan yang terjadi dimasyarakat berupa : Deteksi, Identifikasi, asesment acaman terhadap kamtibmas
Pengamanan agar terciptanya kamtibmas
Pengalanggan, dalam hal mendukung tugas-tugas kamtibmas dengan membina dan menyelenggarakan fungsi intelejen dalam bidang keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri maupun guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri menurut perkap no. 21 tahun 2010.

Pada tahap pengamanan maka para caleg dan partai akan terus membina para simpatisannya baik dengan pertemuan tertutup maupun pertemuan terbuka dengan kegiatan kampanye akbar yang di slingi dengan hiburan. dalam tahap ini maka peran pengamanan sangat di perlukan sehinga tidak terjadi gesekan antara pendukung partai yang pada akhirnya akan berdampak pada terganggunya kamtibmas.

dan terakhir tahap penggalangan yang menurut atet hendrawan yang juga caleg dari Partai NasDem no urut 8 sangat berpotensi konflik karena semua peserta pemilu akan membuat berbagai strategi dalam memenangkan sebuah pertandingan sehingga mampu mendapatkan suara yang dapat melanggengkannya menuju kursi DPR.