31 December 2013

Bentuk Komitmen Polri Sukseskan Pemilu 2014

Jalurberita.com - Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepala Divisi Hukum Mabes Polri Irjen Pol Anton Setiadi, menetapkan 8 (delapan) komitmen Sukseskan Pemilu 2014 guna mengantisipasi berbagai ancaman Kamtibmas Nasional. komitmen tersebuat yaitu : Bertekad mencegah dan menuntaskan konflik melalui program Pemolisian Masyarakat atau Polmas,  Polri harus netral dan independen, Mampu mengakomodasi komplain masyarakat, Menampilkan tauladan kepemimpinan sekaligus anti KKN dan kekerasan, Utamakan peran, tugas dan kewajiban, Menolak perintah atasan yang melanggar hukum,  Wujudkan kredibilitasi, reputasi dan soliditas kesatuan dengan kedepankan hukum sesuai fakta dan Berdayakan pengawas eksternal independen juga transparansi.


Dalam mengimplementasikan 8 komitmen tersebut menurut penggiat LSM Atet Hendrawan maka polri harus mampu dan bersama-sama masyarakat dalam mewujudkan komitmen tersebut. Dalam hal komitmen mencegah dan menuntaskan konflik melalui program Pemolisian Masyarakat atau Polmas, maka polri harus mampu berbaur dengan para pengurus partai politik dan juga para caleg yang akan bertanding dalam pemilu 2014. Dengan hadirnya polisi dalam segala gerak dan aktifitas partai maupun caleg maka potensi konflik yang ada dapat dengan cepat direda dan di carikan solusinya sesuai dengan perkap tentang Polmas. Namun konsep polmas yang ada belum dapat tersosialisasikan dengan baik dalam masyarakat sehingga masih ada partai politik dan caleg yang merasa kehadiran polisi menjadi salah satu beban ataupun menjadi hal-hal yang dipandang dapat merugikan kegiatan para caleg. Dengan belum maksimalnya konsep polmas yang ada di dalam mayarakat maka ada baiknya bila polri melakukan pendekatan kepada setiap satgas yang ada di dalam partai untuk dapat bekerjasama dalam menciptakan susksesnya pemilu 2014.

Polri harus netral dan independen dalam melakukan pengawalan keamanan pada pemilu 2014, sehingga polri mampu menjadi wasit yang ada di dalam arena pertandingan yang cantik dan enak di tonton. Dalam implementasinya polri harus mampu seimbang dalam melakukan pengamanan tidak berpatokan pada operasional yang akan diberikan partai ataupun caleg. Dengan kemampuan menempatkan posisi secara netral maka keberadaan polri akan semakin  baik dengan Parpol maupun masyarakat.  

Mampu mengakomodasi berbagai komplain masyarakat, karena baik masyarakat maupun partai politik akan cenderung kepada politik "Pragmatis" sehingga polri harus terus mengigatkan kepada pengawas pemilu untuk terus memberikan dorongan agar KPU dan panwas terus memberikan pendidikan Politik terkait dengan Pemilu 2014, dengan harapan masyarakat dapat tercerahkan dalam proses pemilu 2014 yang pada giliranya akan menghasikan Pemilu yang betul-betul aktualisasi dari proses demokrasi.

Mampu Menampilkan tauladan kepemimpinan sekaligus anti KKN dan kekerasan dalam menyikapi berbagai permasalahan yang timbul dalam proses Pemilu 2014. Menjadi tauladan dalam menyikapi perkembangan pemilu tapi tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku sehingga potensi konflik yang terkait dengan etika dapat dimusyawarahkan dengan baik dan lugas.

Mengutamakan peran, tugas dan kewajiban polri yang selaku pengayom, pelindung, pelayan dan penegakan hukum terkait dengan permasalahan tindakan pidana maupun perdata. Sehingga polri dapat bekerja tanpa adanya tekanan politik dari pihak manapun.

Mampu menolak perintah atasan yang melanggar hukum dengan mengedepankan aturan yang berklaku sehingga tidak ada partai maupun caleg yang di rugikan. Wujudkan kredibilitasi, reputasi dan soliditas kesatuan dengan kedepankan hukum sesuai fakta. dan Berdayakan pengawas eksternal independen juga transparansi.

No comments: