25 February 2013

Netralitas KPPS Perlu di Pertanyakan

Jalurberita.com – Pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat telah berakhir namun penyempurnaan kegiatan pesta demokrasi yang ada di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KKPS  yang di bentuk oleh Panitia Pemungutan Suara atau PPS yang ada di tingkat desa masih jauh dari LUBER atau Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia dan JURDIL atau  Jujur dan Adil" .
Asas "Luber" yang merupakan singkatan dari "Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia". Langsung berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan. Umum berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara. Bebas berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kemudian Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri.  Asas "Jurdil" yang merupakan singkatan dari "Jujur dan Adil". Asas jujur mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih. Asas adil adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi juga penyelenggara pemilu.
Namun dalam implementasinya masih jauh dari harapan undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, seperti yang di lontarkan penggiat media sosial di Bandung barat. Menurut Atet Hendrawan, S.Sos patut di duga Panitia penyelenggara yang ada di KPPS masih belum dapat bersikap “Netral” apalagi kalau dikaitkan dengan tugas dan wewenang yang melekat pada KPPS di tingkat TPS. Hal yang paling perlu diawasi yaitu ketika pemberian surat panggilan untuk mencoblos di suatu TPS, dalam pemberian  surat panggilan mencoblos "patut di duga" adanya “penekanan, penggiringan pada seseorang “ sehingga hal ini dapat mencederai demokrasi yang sedang kita bangun.
Wewenang, dan kewajiban KPPS Pasal 49 meliputi: mengumumkan dan menempelkan daftar pemilih tetap di TPS dengan rinciannya sebagai berikut ; a. menyerahkan daftar pemilih tetap kepada saksi peserta Pemilu yang hadir dan Pengawas Pemilu Lapangan; b. melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS; c. mengumumkan hasil penghitungan suara di TPS; d. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh saksi, Pengawas Pemilu Lapangan, peserta Pemilu, dan masyarakat pada hari pemungutan suara; e. menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara setelah penghitungan suara dan setelah kotak suara disegel; f. membuat berita acara pemungutan dan penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Pengawas Pemilu Lapangan, dan PPK melalui PPS; g. menyerahkan hasil penghitungan suara kepada PPS dan Pengawas Pemilu Lapangan; h. menyerahkan kotak suara tersegel yang berisi surat suara dan sertifikat hasil penghitungan suara kepada PPK melalui PPS pada hari yang sama; i. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan j. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh undang-undang.
Lanjut Ahendra, apalagi kalau dikaitkan dengan Pesta Demokrasi yang akan diadakan di Bandung Barat sangat mungkin terjadi hal yang terjadi di pemilihan Gubernur akan terjadi pula di Pemilihan Bupati, sehingga jalan keluarnya harus adanya komitmen antara KPU Bandung Barat dengan para calon Bupati yang isinya antara lain keterlibatan saksi-saksi dalam proses sesuai dengan pasal 49 atau minimal keterlibat Saksi-saksi  dan pengawas dalam pemberiaan surat panggilan kepada masyarakat sehingga tekanan yang menggiring pada seseorang dari “Oknum”  KPPS dapat dieliminiasi atau di kurangi. Gambar inset google.com  

No comments: