27 February 2013

Jenis Kecelakaan Lalu Lintas







Jalurberita.com - Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Menurut Dimaio Vincent dan Dominick (1998), kecelakaan kendaraan bermotor dibagi menjadi 4 kategori yaitu :  Front impact crashes,  Side impact crashes,  Rollovers, Rear impact crashes

Front impact crashes adalah Jenis kecelakaan ini sering terjadi ketika seorang pengemudi lengah dan berbicara ketika mengendarai kendaraan.  Kecelakaan ini terjadi ketika dua kendaraan bertubrukan dari depan atau sebuah kendaraan menabrak suatu objek. Luka yang sering terjadi yaitu pada bagian lutut pengendara yang terbentur dash board atau bagian depan kendaraan, dada terbentur pada stang kemudi, dan kepala terbentur kaca depan. Jika pengendara memakai sabuk pengaman tapi tanpa airbag, lutut dapat terbentur dashboard tapi kepala dapat melentur ke depan, dengan dagu menyentuh sternum. Penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman dan duduk di kursi belakang akan menabrak kursi yang ada di depannya dan penumpang yang di depan akan menabrak kaca yang depan. Jika kepala pengendara atau bagian depan penumpang menabrak kaca depan, akan terjadi luka pada bagian depan kepala, hidung dan wajah, dengan luka terbentuk secara vertikal. Potongan kaca dapat masuk ke bagian yang luka.

Side impact crash adalah kejadiaan tabrakan ini biasanya terjadi di persimpangan jalan ketika sebuah kendaraan menabrak sisi dari kendaraan lain. Korban yang terkena adalah orang yang berada disisi mobil yang tertabrak. Jarang terjadi luka pada penumpang yang berada pada sisi lain bagian mobil yang tertabrak. Tabrakan dari samping bisa juga terjadi karena mobil tergelincir ke samping jalan dan bagian samping mobil menabrak pohon atau pembatas jalan yang ada disamping jalan. Sabuk pengaman atau penampung udara yang ada di dalam mobil sebenarnya tidak terlalu memberi manfaat yang besar. Dampak yang terjadi, seperti luka luar contohnya abrasi dan fraktura tergantung dari posisi ketika tabrakan terjadi, jika tabrakan terjadi dari samping, maka luka yang ditimbulkan juga di samping, jika tabrakan terjadi dari belakang, luka yang ditimbulkan juga bagian belakang, misal retaknya tulang kepala bagian belakang.

Rollovers kejadian tabrakan yang sampai terguling seringnya memberi dampak kematian dari pada tabrakan yang lainnya. Ketika mobil terguling dan penumpangnya masih berada didalam mobilnya itu bisa resiko kematian, hal ini dikarenakan bisa terjadi mobil meledak ataupun mobil tersebut rusak berat dan bisa menyebabkan penumpangnya terjepit ataupun tertindih benda-benda yang ada di dalam mobil. Korban tidak bisa keluar dari mobilnya ketika terguling dikarenakan mobil sudah didesain agar pintu tidak bisa dibuka ketika mobil terguling. Penumpang bisa keluar dari mobil jika jendela dari mobil tidak ditutup sebelum mobil terjatuh. Korban yang terlempar dari mobil bisa menyebabkan luka yang tak teratur dan menyebabkan luka pada organ dalam seperti luka pada hati, jantung, dan paru.

Rear Impact Crashes adalah kecelakaan bagian belakang umumnya adalah kecelakaan yang kurang berbahaya. Hal ini dikarenakan penumpang yang ada di dalam mobil terlindungi oleh bagian belakang mobil yang digunakan untuk menyimpan barang (bagasi). Kecelakaan ini biasanya terjadi karena kendaraan tersebur mengurangi kecepatan secara tiba-tiba. Dampaknya pada penumpang sering menyebabakan whiplash syndrome (sindrom salah urat pada leher karena kepala tersentak).

Penyebab Kecelakaan
secara umum setidaknya ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, pertama adalah faktor manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan. Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan (Anonim, 2010).

Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalulintas. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.Selain itu manusia sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai bahkan ugal ugalan dalam mengendarai kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalulintas diakibatkan karena membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, mengantuk, dan mudah terpancing oleh ulah pengguna jalan lainnya yang mungkin dapat memancing gairah untuk balapan.

Faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan patah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan, perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman di daerah pegunungan, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda motor. gambar inset google

No comments: