01 August 2012

Keberanian KPK, Berkat 110 Penyidik Perwira Polri

Jalurberita.com — Ketua Paku KAMTIBMAS Atet Hendrawan.S.Sos memuji kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penggeledahan di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Senin sore kemarin hingga Selasa (31/7/2012) pagi. Menurut AHendra, KPK mulai berani mengusut kasus dugaan korupsi di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

"Ini adalah fenomena baru dan kita harus memberikan penghargaan, Tidak biasanya KPK seberani itu. Sejak berdirinya KPK 10 tahun lalu, baru kali ini KPK berani menyentuh Polri," kata Ahendra.  Menurutnya, KPK berani karena sebanyak 110 penyidik lembaga antikorupsi itu adalah para perwira Polri. Ia berharap, KPK dapat mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi tanpa pandang bulu.

Dengan kejadian tersebut menegaskan masih adanya persoalan serius terkait korupsi di tubuh kepolisian Indonesia. Sementara sikap Polri yang disebut menghalang-halangi kerja penyidik KPK malah membuat kecurigaan publik makin besar tentang adanya ketidakberesan di institusi tersebut.

"Penyidikan KPK di Polri menunjukkan bahwa kepolisian bermasalah. Masalah itu harus dihilangkan jika Polri berkomitmen untuk transparansi publik. KPK seharusnya didukung penuh oleh Polri karena bagaimanapun juga tindakan korupsi itu melanggar hukum.

Djoko yang sekarang menjabat Gubernur Akademi Polisi itu dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Perbuatan Djoko diduga menimbulkan kerugian negara hingga puluhan miliar rupiah.