01 May 2012

Hari Buruh dan Pelayanan Polri

JALURBERITA.COM - Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution, menyatakan, ada beberapa tempat yang dilarang untuk menggelar aksi unjuk rasa, di antaranya di Istana Negara."Ada beberapa tempat yang tidak boleh melakukan unjuk rasa, terutama di Istana Negara, pelabuhan, bandara, stasiun kreta api, terminal, rumah sakit, dan objek vital lainnya," ujarnya.
Demonstran juga harus memperhatikan waktu aksi unjuk rasa, yakni maksimal pukul 18:00 WIB. Menurutnya, aturan tersebut sesuai dengan UU tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat. Selain itu, Saud mengimbau massa tidak membawa benda-benda yang membahayakan agar tidak terjadi seperti kejadian beberapa waktu lalu, yakni adanya penyiraman cairan zat kimia yang mengakibatkan beberapa anggota Polri dan media menjadi korban.

Namun, jika massa melakukan tindakan anarkis, aparat keamanan akan melaksanakan tindakan penegakan hukum berdasarkan peraturan, sehingga tidak menyimpang dan sesuai prosedur tetap (protap) yang telah ditentukan. Dikatakan Saud, untuk mengamankan aksi di lapangan, anggotanya hanya dibekali perlengkapan yang menyangkut pengendalian massa. "Jadi tidak menggunakan senjata peluru tajam, hanya menggunakan gas air mata untuk mengurangi korban yang lebih parah," tandasnya.
Untuk pengamanannya, Polda Metro Jaya akan mengerahkan 20 SSK Brimob Polri, 14 SSK Brimob Polda, 7 SSK Sabara, 6 ribu personel anggota Polda Metro Jaya, dan 15 SSK unsur TNI. "TNI akan difokuskan untuk mengamankan objek-objek vital nasional," ungkapnya.Untuk mengamankan aksi, Polri akan mengedepankan tindakan preventif dan mengamankan berbagai tempat. Polisi juga akan melakukan patroli untuk menciptakan situasi aman. http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1856424/polri-buruh-dilarang-unjuk-rasa-di-istana-negara
Dalam media online lainya setidaknya ada 12 titik rawan macet karena unjuk rasa menyambut hari buruh Internasional yang jatuh hari ini, Selasa 1 Mei 2012. Titik rawan unjuk rasa itu tiga diantaranya adalah tiga lokasi utama yang akan menjadi target utama unjuk rasa Hari Buruh.Tiga titik utama yang diincar sebagai pusat unjuk rasa meliputi Istana Negara, Gedung DPR/MPR dan Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan 12 titik lain yang akan diamankan terkait May Day antara lain:

1. Istana Wakil Presiden (Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat)
2. Kantor Gubernur DKI Jakarta (Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat)
3. Jalan Arteri Semanggi (Simpang Susun)
4. Jalan Tol Dalam Kota Ruas Semanggi
5. Tugu Proklamasi (Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat)
6. Kawasan Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)
7. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)
8. Mahkamah Konstitusi (Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Selatan)
9. Kantor Pusat Jamsostek (Jalan Gatot subroto, Jakarta Selatan)
10. Kejaksaan Agung (Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)
11. Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Jalan H.Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan)
12. Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan)
http://m.tempo.co/2012/05/01/400803/
Pelayanan Polri
Mengubah struktur organisasi Polri yang semula lebih menonjolkan pendekatan militeristik menjadi lebih menitikberatkan pada segi pemahaman terhadap Hak Asasi Manusia tentunya relatif mudah dilakukan mengingat yang akan diubah adalah benda (obyek) mati yang tidak memiliki perasaan. Hal ini berbeda apabila yang akan diubah adalah sikap dan perilaku dari anggota Polri, sehingga dalam pelayanan Publik masih dijumpai permasalahan seperti di lansir penggiat Pakukamtibmas atet hendrawan.S.Sos diantaranya : (1) belum meratanya pemahaman anggota Polri terkait tugas-tugasnya sebagai anggota Polri, sehingga prilaku di layani masih mendominasi banyak anggota Polri (2) belum memiliki kemampuan dalam bertindak secara sistematis, yang berakibat tidak profesionalnya Polri ketika menyikapi permasalahan (3) tidak semua personil Polri memiliki pemahaman dan penguasaan mengenai kondisi sosial budaya masyarakat dimana anggota Polri berdinas, sehingga berdampak adanya benturan budaya
(4) Dalam memberikan pelayanan belum memiliki kemampuan analisis yang baik sehingga belum mampu menemukan berbagai perspektif dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat; (5) belum memiliki kemampuan dalam membangun jaringan komunikasi, baik dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah; dan (6) belum mampu memberdayakan segala potensi yang ada guna mendukung pelaksanaan tugas.
Menurut Bass (1990) cara mempengaruhi personil polri agar dapat memberikan pelayanan Publik yang terbaik dengan melakukan hal-hal, diantaranya : (1) mendorong anggota Polri untuk lebih menyadari arti penting hasil usaha; atau kepuasan konsumen dalam hal ini masyarakat. (2) mendorong anggota Polri untuk mendahulukan kepentingan kelompok atau organisasi ; dan (3) meningkatkan kebutuhan anggota yang lebih tinggi seperti harga diri dan aktualisasi diri.
Hal yang sangat mendesak dalam rangka transformasional atau percepatan perubahan dari budaya lama ke budaya baru berupa paradigma baru Polri dalam memberikan pelayanan Polri kepada masyarakat menurut Ary Ginanjar Agustian dalam pelatihan Emotional Spiritual Quoient (E S Q) maka harus memperhatikan 7 (tujuh) langkah, yaitu : Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, kerjasama, Adil, Visioner, dan Peduli.
Jujur, dalam melaksanakan tugasnnya maka kejujuran merupakan dasar dalam berperilaku, sebagai contoh : dalam penegakkan hukum di Polantas karena sebagai etalase Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maka seorang Polantas harus bersikap jujur terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggar tanpa melebihkan dan menutupi kesalahannya sehingga semuanya baik Polantas maupun pelanggar lalulintas terlindungi hukum yang sama.
Bertanggung-jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat sesuai dengan beban tugas yang diembannya kalau di fungsi reskrim maka harus melaksanakan proses penyelidikan, pengamanan, penggalangan sesuia dengan peraturan yang berlaku dan menjunjung tinggi etika Polri.
Disiplin dalam menjalankan tuganya tidak keluar dari tupoksi yang telah digariskan bila dalam fungsi lalu lintas maka pelayanan yang diberikan harus mampu memberikan solusi atau jalan keluar bila terjadi kemacetan lalu lintas ataupun terganggu karena tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas dan melaksanakan penegakkan hukum bagi para pelanggar.
Kerjasama, baik kerjasama internal maupun dengan lintas sektor baik dengan unsur Criminal Justice System (CJS), yang terdiri dari Kepolisian, Jaksa, Hakim, Lembaga Pemasyarakatan dan Advokad Pemda, maupun dengan kemitraan masyarakat dalam bingkai Polisi Sipil.
Adil, kemampuan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil tanpa memandang status, jabatan, hubungan keluarga dan lainya, jika mereka melanggar maka harus dilakukan upaya penegakan hukum.
Visioner, mampu menjabarkan visi yang ada dalam organisasi sehingga kinerjanya sesuai dengan visi dan misi pimpinan dan mampu melaksanakan pelayanan Publik sesuai yang telah digariskan baik dalam program Quick Wins (keberhasilan segera), yaitu quick respond, transparansi pelayanan SIM, STNK, BPKP; transparansi proses penyidikan; dan transparansi rekruitmen personel.
Kepedulian dalam melaksanakan tugas dimanapun berada, karena tugas Polisi melekat dalam diri anggota Polri dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Jika diperlukan peran Polisi maka anggota harus mampu memberikan layanan Polisi dimanapun ia berada sehingga keberadaan Polisi bisa dirasakan dimana-mana. Gambar inset google

No comments: