14 August 2009

Kode Etik Polri

Kode etik berasal terjemahan bahasa Inggris "Code" yang berarti aturan atau norma dan "Ethics" yang berarti tingkah laku. Kata Etik juga berasal dari Yunani "Ethos" yang berarti kebiasan-kebiasaan yang baik, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Kata Etik juga berasal dari bahasa Latihn "Ethica" yang berarti kesusilaan atau moral. Melihat begitu pentingnya suatu etika dalam internal pribadi maka ada berbagai pandangan maupun pendapat para pakar tentang Etika menurut Franz Magnis-Suseno (1987) diantaranya : Pertama, dengan mempelajari etika dapat mencapai dan menemukan pendirian yang teguh dalam pergolakan dan pergaulan pandangan moral yang berbeda-beda.
Kedua, pergaulan yang substansinya sangat kompleks, melahirkan perubahan yang berkonotasi kemajuan dan modernisasi, yang bila tidak memiliki landasan pola pikir Etika, maka akan terombang-ambing dalam gelombang perubahan yang dahsyat. Karenanya pemahaman Etika yang mantap akan cepat membantu kita dalam menemukan reorientasi agar dapat membedakan hal-hal yang bersifat hakiki dan hal-hal yang boleh berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian akan tetap sanggup mengambil sikap terbaik dan dapat dipertanggung jawabkan.
Ketiga, dalam perubahan yang serba cepat atau dengan turbolensi tinggi, Etika akan memberikan bekal kepada kita untuk menghadapi semua itu dengan membentuk pendirian sendiri yang tegar dalam arti mampu berpikir kritis, obyektif, sehingga membuat kita tidak bersikap na'if, munafik dan ekstrim, tetapi juga tidak dengan gegabah menolak nilai-nilai baru yang dapat sangat berguna.
Keempat, khusus dalam hidup beragama, pemahaman Etika juga dapat lebih memantapkan kadar iman dan kepercayaan, namun juga mampu membentuk sikap partisipasi aktif dalam mewujudkan kerukunan umat dan kehidupan beragama sebagai pendukung kesatuan dan persatuan.

Mengalir dari 4 kegunaan mempelajari Etika itu, Ahmad Turan (1996) mengembangkan kegunaan yang lebih aplikatif dengan rumusan kegunaan sebagai berikut :
a Etika sebagai ilmu dapat membantu menjelaskan, meramalkan dan memilih persoalan-persoalan dan gejala-gejala, sekaligus menetapkan keputusan dalam bersikap dan bertindak serta cara melakukannya. Tersimpul didalamnya alasan mengapa memilihnya, dilandasi pemahaman tentang benar salah dan baik buruk didasarkan pada takaran normative yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.
b Etika juga membantu menemukenali prinsip-prinsip yang paling tepat dalam menghadapi berbagai kebiasaan, hasrat-hasrat normatif dan perubahan-perubahannya yang ada di masyarakat.
c Etika sebagai bidang studi akan membantu dalam mengenali nilai-nilai norma yang berlaku dan harus selalu diperhatikan dan bahkan selalu dibahas, dijajagi dan dikaji secara lebih intrest.
d Etika juga akan membantu mengembangkan pemahaman terhadap segala bentuk perubahan dalam masyarakat maupun dalam diri kita sendiri, sepanjang menyangkut perbuatan etis. Karena etika akan dapat menunjukkan dan memandu dalam mencari nilai-nilai kehidupan yang benar dan manusiawi.

W. Banning (1942) mengatakan bahwa Etika merupakan ajaran tentang perbuatan yang tepat. Inti dari Etika (pokok pangkalnya) adalah perbedaan baik dan buruk. Perkembangan etika sampai saat ini memiliki beberapa aliran, diantaranya :
a. Teologis. Aliran ini mengatakan bahwa perbuatan baik adalah sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan buruk adalah yang tidak sesuai.
b. Hedonisme. Dalam bahasa Yunani "Hedone" adalah kenikmatan, dekat dengan eudaemonisme. Dalam bahasa "Eudaimon" adalah keuntungan atau kebahagiaan. Kedua aliran tersebut menjadikan kebahagiaan sebagai norma hidup.
c. Utilitarisme. Aliran ini mengatakan bahwa apa yang etis/baik disamakan dengan kemanfaatan individual maupun sosial (orang banyak), aliran sofisme pada zaman Socrates sudah mempertahankannya.
d. Vitalisme. Dikatakan bahwa perbuatan baik adalah yang sesuai dengan kekuatan hidup yang maksimal. Jadi orang atau sekelompok yang berkuasa dan dapat menundukkan si lemah adalah baik.
e. Naturalisme. Aliarn ini menyebutkan bahwa baik adalah hidup menurut norma alam. Aliran ini merupakan aliran yang tertua dalam pemikiran Barat.
f. Idealisme. Baik menurut aliran ini adalah kebebasan dan rasa hormat kepada pribadi manusia. Albert Schiveitzer mengatakan bahwa baik adalah rasa hormat terhadap kehidupan yang bernilai penuh.
g. K. Bertens merumuskan Etika dengan kata-kata; ilmu tentang adat, kebiasaan moral, tingkah laku moral. Etika sebenarnya tingkah laku sendiri yang berlaku tanpa ada orang lain, sifatnya lebih absolut yang terletak dalam diri manusia itu sendiri. Etika dapat diartikan sebagai "filsafat moral" menurut pandangan Aristoteles (302-322 SM). Dalam sejarah filsafat terdapat banyak sistem etika, artinya banyak uraian sistematis yang berbeda-beda tentang hakekat moralitas dan peranannya dalam hidup manusia. Sehingga Aristoteles mengatakan bahwa hidup manusia akan semakin bermutu manakala ia mencapai apa yang menjadi tujuannya, sebab dengan mencapai tujuan hidupnya, manusia mencapai diri sepenuh-penuhnya, sehingga apapun yang dilakukan manusia pastilah demi sesuatu yang baik, demi suatu nilai dimana nilai itu merupakan tujuan.

No comments: