DONASI pulsa ke 085220145220 anda berhak mendapatkan Kumpulan Skripsi # Polri # PNS Kumpulan Skripsi Polri,Pns Pree Majalah Digital

11 November 2014

Yayat Dianugerahi Penghargaan Pejuang Demokrasi

Jalurberita.com - Wakil Bupati Bandung Barat, H. Yayat T. Soemitra menjadi salah satu tokoh masyarakat yang dianugerahi penghargaan sebagai Pejuang Demokrasi versi portal berita online RMOLJabar.com yang merupakan salah satu media online nasional edisi Jawa Barat pada Malam Kebudayaan RMOL Jabar di Hotel Grand Serela, Jl. RE Martadinata Bandung, Senin (10/11) malam.

Acara yang bertepatan dengan Hari Pahlawan ini dikolaborasikan
dengan penampilan pesona budaya Sunda, Yakni Malam Kebudayaan RMOL Jabar
bertema "Pahlawan Salaswana" (Pahlawan selamanya).

Berikut para penerima penghargaan sebagai berikut :

1. Pejuang Pelayanan Publik: Drs. H. Ano Sutrisno, M.M (Walikota Cirebon)
2. Pejuang Lingkungan Hidup: H. Aang Hamid Suganda, S.sos (Mantan Bupati Kuningan)
3. Pejuang Demokrasi: Yayat T Soemitra (Wakil Bupati Bandung Barat)
4. Pejuang Kesetaraan Hak Anak: Hj. Netty Prasetiyani (Ketua P2TP2A) & Perempuan
5. Srikandi Jawa Barat: Ineu Purwadewi Sundari (Ketua DPRD Jawa Barat)
6. Pejuang Kelestarian Budaya: PRA Arif Natadiningrat (Sultan Sepuh XIV Cirebon)
7. Pejuang Revolusi Budaya: Dedi Mulyadi, SH (Bupati Purwakarta)
8. Pejuang Maritim dan Hak Nelayan: Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan )
9. Pejuang Adat & Lingkungan: Eka Santosa (Ketua DPW Nasdem Jawa Barat)
10.Pejuang Pariwisata: Henry Husada (Owner Kagum Grup)
11.Pejuang Pembangunan Desa: 
     *. Dede Yusuf Macan Effendi (Ketua Komisi IX DPR RI)
     *.H. UU Ruzhanul Ulum, SE (Bupati Tasikmalaya)
12.Pejuang Hak Petani: 
     *. Agustiana (Ketua Serikat Petani Pasundan)
     *.Herman Khaeron (Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat)
13.Pejuang Gerakan Budaya: 
      *. Dadang M Naser, SH. Si. Msi (Bupati Bandung)
      *. Ojang Sohandi., S.S.T.P., M.Si (Bupati Subang)
14.Pejuang Penataan Identitas Kota:
      *. Dr. Ir. H. M Itoch Tochija, M.M (Mantan Walikota Cimahi)
      *. Drs. H. Budi Budiman (Walikota Tasikmalaya)
15.Pejuang Enterpreunership:
      *. Tjong Djoen Mien (Owner Asia Plaza)
      *. H. Boediman Kusika (Komisaris Grage Group)
16.Badega Lembur: 
     *. Kolonel ARM Benny Effendi (Danrem 063)
     *. AKBP Noffan Widya Yoko (Kapolres Tasikmalaya)
17.Badega Ki Sunda:
     *. Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc  (Gubernur Jawa Barat)
     *. Laksda TNI Ade Supandi Thamim (Kasum TNI)
     *. Mayjen TNI Dedi Kusnadi  (Pangdam III Siliwangi)
     *. Irjen Pol. Dr. Moch Iriawan (Kapolda Jawa Barat)
     *. Ferry Wibisono (Kajati Jawa Barat)
    *. Prof. Dr. Didi Turmudzi (Ketua Paguyuban Pasundan)
    *. Dede Yusuf Macan Effendy (Anggota DPR RI)
    *. Ahmad Najib Kodratulloh (Anggota DPR RI)
18. Pahlawan Salawasna:
    *. Oto Iskandar di Nata
    *. Mohammad Toha
Coorporate Award    
*. Pejuang Ekonomi Kerakyatan: Bank Jabar Banten
*. Pejuang Petani: PT. Pupuk Kujang.

03 November 2014

Gelorakan Kampanye Anti Rokok Lebih Kencang

Jalurberita.com  - Untuk meningkatkan kesadaran para pegawai di Lingkungan Pemerintah Kab. Bandung Barat, kini Bupati Bandung Barat, H. Abubakar kembali menggelorakn kampanye anti rokok lebih lantang lagi. Bahkan Ia melarang adanya asbak disetiap ruang kerja bawahannya.

"Saya melihat banyak pegawai yang tidak mengindahkan peringatan lrangan merokok yang terpampang hampir disetiap sudut ruangan kantor pemerintahan. Saya juga mantan perokok, tapi dulu saya tahu hak dankewajiban sebagai perokok," ungkap Abubakar di Lembang beberapa hari lalu.

Saya menggelorkan kampanye anti rokok ini bukn berarti melarang, tetapi saya meminta para perokok untuk menghormati dan menghargai hak orang lain yang tidak merokok. "Pasalnya, mereka yang tidak merokok juga berhak untuk menghirup udara segar dan terbebas dari asap rokok. Bahkan, saya sempat memergoki salah satu staf yang merokok didalam lift padahal sudah jelas ada peringatan dilarang merokok didalam lift," tegasnya dengan nada kecewa.

Untuk memberikan hak kepada para perokok, Abubakar menjelaskn bahwa pada tahun depan akan disiapkan ruangan khusus merokok (Smoking Area), sehingga aktifitas merokok tidak akan mengganggu aktifitas dan hak mereka yang tidak merokok.

Ia mengatakan bahwa rokok tidak bisa dijadikan alasan dalam mencapai prestasi dan target pekerjaan, karena seluruh kewajiban tetap bisa terlaksana dan tercapai jika komunikasi dan koordinasi terjalin dengan baik.

"Buktikan, bahwa tanpa rokok kita pun tetap bisa menjalnkan tugas dan kewajiban dengan baik. Sehingga, rokok tidak akan dijadikan alasan dalam pencapaian target dan prestasi," imbuhnya. Untuk dapat mencapai seluruh target kinerja, termasuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dari laporan keuangan pemerintah daerah (Pemda), Abubakar meminta seluruh pegawai untuk meningkatkan kepercayan dirinya dalam bekerja. Dan Ia pun sadar dan yakin jika WTP tercapai maka seluruh pegawai akan memberikan kontribusi terhadap capaian prestasi yang diraih. **

Selesaikan Masalah Aset Untuk Raih WTP

Jalurberita.com -Bupati Bandung Barat, H. Abubakar berharap permsalahan aset yg selama ini menjadi momok dalam penilaian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap laporan keuangan Pemerintah Kab. Bandung Barat bisa diselesaikan atau minimal diminimalisir agar target terwujudnya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap opini penilaian BPK RI bisa terwujud.

Karena menurutnya, ketika nanti target WTP bisa tercapai, maka prestasi yang akan ditorehkan tersebut merupkan prestasi bersama seluruh Pegawai Pemerintahan Kab. Bandung Barat. Sebab, setiap pegawai pasti memberikan kontribusi positif terhadap hasil yang akan dicapai.

"Jadi saya berharap para pegawai bisa meningkatkan kepercayaan dirinya, sehingga mampu menjalankan tugas dan kewajibannya tepat wktu dan sesuai target yang telah ditentukan," kata Abubakar ketika membuka Bimbingan Teknis Strategi Pengelolaan Aset Menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Aplikasi  Teknologi Informasi Siklus Barang Daerah (atisisbada)  di lingkungan Pem Kab. Bandung Barat tahun 2014.

Dan dalam rangka penyempurnaan tugas, maka Abubakar memandang perlu dilakukannya komunikasi dan koordinasi dengan institusi yang memiliki kompetensi segligus sebagai penilai terhadap laporan keuangan, yakni BPK RI Kantor Perwakilan Jawa Barat 

"Dengan demikian, pengelolaan keuangan bisa dilakukan sesuai dengan norma agar penilaian dari BPK RI terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kab. Bandung Barat bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dengan terus menindaklanjuti berbagai temuan dan kekurangan tahun lalu," tuturnya.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kab. Bandung Barat, Drs. Sudibyo menegaskan bahwa adanya bimbingan dan arahan dari institusi yang berkompetensi dibidangnya sangat dibutuhkan guna meraih target WTP seperti yang telah ditentukan.

"Kami telah melakukan berbagai upaya untuk menindaklanjuti permsalahan aset yang timbul pada tahun lalu. Dan kami juga sudah melakukan inventarisasi terhadap aset yang ditargetkan akan selesai sepenuhnya pada akhir November ini," ungkapnya. **

525.000 KK Jadi Obyek Pendataan Terpilah Gender

Jalurberita.com - Untuk mengetahui data penduduk sesuai jenis kelamin dan kategori tertentu, hingga akhir pekan lalu Pemerintah Kab. Bandung Barat telah melakukan Pendataan Data Terpilah Gender dan Anak terhadap 525.000 kepala keluarga (KK) yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB).

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BP3AKB, Nur Julaeha, data yang diperoleh dari pendataan terpilah gender dan anak ini akan dijadikan acuan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menentukan program dan kebijakan yang akan diambil untuk menindaklanjuti berbagai permasalahan di masyarakat.

"Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan bagi setiap SKPD dalam menentukan program dan kebijakan tahun yang akan datang. Pasalnya, data yang diperoleh akan lebih spesifik sesuai permasalahan yang sebenarnya di masyarakat, sehingga setiap bisa menjadi dasar untuk mengantisipasi dampak negatif yang akan ditimbulkan dari setiap permasalahan," ujar Nur.

Sebagai contoh, melalui pendataan ini akan diketahui jumlah penduduk yang belum memiliki KTP maupun akta kelahiran, juga dapat diketahui jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah dan permasalahan lainnya. Menindaklanjuti hasil pendataan ini, Nur menegaskan bahwa harus ada langkah kongkret dari seluruh SKPD dan stake holder terkait, sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera bukan lagi impian semata.

Khusus di Jawa Barat, Kab. Bandung Barat merupakan Kab/Kota kedua setelah Kota Depok yang telah melakukan pendataan ini dan merupkan yang pertama kalinya sejak terbentunya Kab. Bandung Barat. Dan diharapkan seluruh pendataan bisa selesai hingga akhir Oktober ini agar bisa segera diketahui hasilnya.

Untuk melakukan pendatan Data Terpilah Gender, BP3AKB bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan merekrut 410 orang kader dan unsur desa sebagai petugas pendataan.

Bupati Bandung Barat, H. Abubakar beserta keluarga menjadi salah satu obyek sampling pendataan ini. Ia menyambut baik pendataan ini sebagai dasar penganggaran pemerintah daerah agar lebih tepat sasaran dan bisa dirasakan laangsung oleh masyarakat.

"Dengan demikian, berbagai program dan kebijakan serta penganggaran pemda untuk tahun berikutnya bisa disesuaikan dengan hasil pendataan ini, terlebih data yang dihasilkan jauh lebih spesifik dan menyeluruh," terangnya

Kades Salah Satu Penyebab Semerautnya KBU

Jalurberita.com - Bupati Bandung Barat, H. Abubakar akui kinerja beberapa Kepala Desa yang kerap menjadi salah satu sumber permasalahan dalam memberikan perijinan pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU). Pasalnya, tidak sedikit kades yang dengan mudahnya menandatangani perijinan tanpa berkoordinasi dengan dinas terkait dan mempertimbangkan peraturan menyangkut perijinan pembangunan KBU.



Seperti diketahui, terdapat sekitar 4-5 kecamatan di wilayah Kab. Bandung Barat yang termasuk dalam lingkungan KBU. Artinya, dalam melaksanakan pembangunan dikawasan tersebut, selain harus memiliki ijin dari pemda setempat, juga harus disertai dengan rekomendasi ijin pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selain adanya pembatasan dengan tetap menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) setidaknya 40 persen dari jumlah titik yang akan dibangun. 

“Salah satu sumber permasalahan yang cukup fatal dalam pembangunan di KBU adalah akibat tidak mengertinya Kades terhadap berbagai peraturan KBU, sehingga dengan mudahnya memberikan perijinan tanpa mau berkoordinasi dengan dinas terkait dan mempertimbangkan serta mempelajari berbagai peraturan yang memberikan pembatasan pembangunan dikawasan ini,” terang Abubakar ketika membuka Rapat Koordinas Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara di Lingkup Pemerintah Daerah Kab. Bandung Barat, Rabu (29/10) pagi.

Selain itu, permasalahan KBU memang sudah banyak terjadi sebelum Kab. Bandung Barat berdiri pada 7 tahun lalu. “Jadi, mau tidak mau kita harus berani ambil resiko produk pemerintahan sebelumnya yang telah memberikan kebijakan terkait kawasan ini sebagai sebuah konsekuensi dan resiko serta tanatngan yang harus dihadapi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Abubakar mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan stakehplder terkait untuk lebih berfikir visioner jauh kedepan agar tidak mewariskan permasalahan yang sama kepada generasi berikutnya yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.

Salah satu cara dan upayanya adalah dengan melakukan langkah preventif atau pencegahan termasuk dengan memberikan pembinaan kepada seluruh pihak yang terlibat didalamnya terkait pemberian perijinan pembangunan. Pasalnya, banyaknya permasalahan perijinan dan pemanfaaan ruang di KBU akibatrendahnya pengetahuan serta enggannya berkoordinasi dan mempelajari berbagai peraturan menyangkut permasalahan ini. 

“Bahkan tidak sedikit pengusaha yang melakukan pembangunan terlebih dahulu tanpa menghiraukan perijinan yang dimilikinya dengan alasan masih bias dilakukan setelah proses pembangunan berjalan meski tahu langkah yang dilakukannya merupakan sebuah kesalahan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak terkait untuk mensinergikan pemikiran agar sinkron dengan peraturan yang berlaku seperti Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah dimiliki KBB dan Peraturan Pemprov Jabar tentang KBU,” tuturnya. 

Berkenaan dengan permasalahan ini, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Kab. Bandung Barat, Drs. Rakhmat Sy, M.Si, juga mengatakan hal yang senada agar ada sebuah penyamaan konsep dan pemikiran antara SKPD dan instansi terkait lainnya KBU dalam memberikan rekomendasi pembangunan di KBU. 

“Salah satunya dengan menyelaraskan perda RTRW yang dimiliki Kab. Bandung Barat dan Peraturan Pemprov Jabar tentang pemanfaatan ruang di KBU, sehigga tidak akan mengalami kesuitan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian. **

23 October 2014

Abubakar Tidak Beri Instruksi Khusus

Jalurberita.com -Pasca dilantiknya Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden ke 7 Republik Indonesia, tentu akan memberikn perubahan dalam kehidupan, berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, termasuk dalam pemerintahan daerah yang tidak bis lepas dari kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, pemasangan foto Presiden beserta Wakil Presiden yang baru sebagai salah satu lambang negara tentu saja akan mengalami perubahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar mengatakan tidak akan memberikan perintah ataupun himbaun khusus kepada jajaran pemerintahnya untuk mengganti salah satu lambang negara tersebut, karena dipastikan akan mengalami perubahan dengan sendirinya. "Saya rasa semua akan berubah dan berganti sebagaimana mestinya, terlebih jika sudah ada tata cara pemasangan dan gambar jelas yang harus dipasang dari Sekretariat Negara (Setneg). Jadi, tidak perlu instruksi khusus tentng hal ini. Biarkan mengalir saja," kata Abubakar ketika ditemui di Kediamannya, di Lembang, Rabu (22/10). Namun, Abubakar mengakui hingga saat ini foto presiden dan wakil yang lama sudah diturunkan, tapi belum diganti oleh yang baru.

"Jadi, diruang kerja saya belum dipasang foto presiden dn wakil presiden yang baru, karena msih menunggu arahan dari Setneg tentang tata cara pemsangan dan foto yang harus dipasang," akunya. 

Abubakar Tidak Terbuai Bawahan

Jalurberita.com -Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menegaskan bahwa sebagai bupati dirinya tidak ingin terbuai oleh berbagi laporan yang diberikan oleh bawahannya berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan, terutama terkait laporan keuangan. Karena menurutnya, ada mekanisme dan prosedur standar yang harus dilakukanagar tidak terjadi indikasi kerugian negara.

"Jadi, adanya laporan dalam bentuk dokumen yang memadai sangatlah dibutuhkan terlebih di era reformasi seperti saat ini. Sehingga implementasi tugas dan kewajiban juga harus sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku agar tidak terjebak kedalam permasalahan hukum," tegasnya, ketika membuka Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Asistensi Pengisian/ Pengumpulan Laporan Harta Kekayan Pejabat Negara (LHKPN) bagi penyelenggara negara di Lingkungan Pemerintah Kab. Bandung Barat yang diikuti 160 orang pejabat esselon 2 dn esselon 3 termasuk Bupati, Wakil Bupati dan Sekertaris Daerah, di Lembang, Selasa (21/10) pagi.

Abubakar menghimbau para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pennggung jawab mangerial pada setiap kegiatan untuk selalu mengasah diri dan kemampuan serta mengawali berbagai perbaikan dimuli dari lingkungan internal dengan melakukan koordinasi dan pengawasan agar bisa mencapai berbagai tujuan dengan proses yang tertib. "Sebagai langkah preventif, asitensi pengisian LHKPN bisa dijadikan langkah awal yang positif sebagai bentuk pencegahan terjadinya kesalahan sehingga sebagai pejabat pemerintah bisa lebih profesional dan mengetahui rambu-rambu yang boleh dan tidak boleh dilakukan," terangnya.

Inspektur Kab. Bandung Barat, Wandiana, SH, MM, menjelaskan bahwa sosialisasi pencegahan korupsi dan asistensi pengisian LHKPN ini bertujuan untuk tingkatkan pemahaman dan penyamaan persepsi serta meningkatkan kejujuran dan tanggung jawab dalam sampaikan LHKPN.  "Intinya adalah untuk wujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Disamping untuk lebih meyakinkan dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari laporan keuangan BPK RI," tuturnya.

20 October 2014

Setda Tingkatkan Kualitas SDM Aparat

Jalurberita.com - Dalam melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada Visi Cerdas, Rasional, Maju, Agamis dan Sehat yang menjadi cita-cita Kab. Bandung Barat, yang menjadi subyek utama adalah membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Termasuk kualitas SDM aparatur mupun kualitas masyarakat, sehingga berbagai upaya dalam menjadikan hari esok yang lebih baik dari hari ini bisa terwujud seperti yang telah direncanakan.

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, akhir pekan lalu Pemerintah Kab. Bandung Barat melakukan pembinaan terhadap 115 pegawai esselon 2, 3, 4 dan jajaran staf di Lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Bandung Barat yang dikemas dalam Diklat Teknis Fungsional dan Kepemimpinan sebagai Pembinaan dan pengembangan aparatur dengan tema "Achieving In Harmony" untuk mencapai sebuah tujuan dalam keharmonisan.

Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Kab. Bandung Barat, Drs. Maman S. Sunjaya, M.Si, pembinaan aparatur merupakan hal yang wajib dilakukan agar terlahir SDM aparat yang lebih berkualitas, terutama di Lingkup Setda sebagai corong utama dalam menterjemahkan visi kepala daerah untuk kembali dikomuniksikan serta dikoordinasikan dengan seluruh dinas dan instansi yang berada dalam pemerintahan daerah.

"Sebenarnya temen-teman di setda mempunyai potensi untuk bisa lebih baik dan lebih maju lagi dalam melaksanakan tugas. Dan kini sinergitas diantara para aparat makin terlihat jelas krn mampu bekerjasama dan komunikasi yang lebih baik dalam pecahkan berbagai permasalahan yang akan dihadapi," ujar Maman ketika menutup Diklat Teknis Fungsional dan Kepemimpinan dalam Pembinaan dan Pengembngan Aparatur Lingkup Setda Kab. Bandung Barat di Lembang, Sabtu (18/10) malam.

Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setda Kab. Bandung Barat H. Deni Mulyana Syukur, S.Pd dalam laporannya menegaskan bahwa untuk menjlankn roda pemerintahan diperlukan aparat yg profesional n handal sebagai motor penggerak pembangunan dan pelayanan kepada msyarakat agar dapat mewujudkan berbagai rencana dan cita-cita yang telah ditentukan.

"Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk membentuk aparat agar dapat menterjemahkan dan mewujudkan Visi Cermat, meningkatkan komunikasi yang lebih efektif, membangun empati sesama pegawai dan meningkatkan pemahaman terhadap karakter kerja," tegasnya.

Selain itu, Deni menjelaskan bahwa pembinaan aparatur ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan sensitifitas aparat serta meningkatkan koordinasi guna mencapai target kinerja dalam sebuah keharmonisan khususnya di lingkup Setda Kab. Bandung Barat. Dengan demikian, seluruh harapan dan cita-cita yang terkandung dalam Visi Cermat bisa tercapai sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menuturkan bahwa peran Setda sebagai. Sebuah orgnisasi dalam pemerintahan sangatlah vital karena harus bisa menterjemahkan dan menyalurkan berbagai keinginan serta pemikiran seorang kepala daerah yang terkandung dalam visi dan misi yang telah direncanakan untuk dikoordinasikan dan dikomunikasikan lebih lanjut dengan dinas serta instansi terkait lainnya. "Pasalnya, saat ini tuntutuan masyarakat kepada aparat pemerintahan semakin tinggi dan homogen. Dan sudah menjadi tugas serta kewajiban kita para aparat untuk menjawabnya, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Abubakar.

Ia mengungkapkan bahwa aparatur pemerintah harus bisa bertindak sebagai representasi kepala daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa mengesampingkan pertanggungjawaban yang jelas berupa sebuah dokumen.Dengan demikian, terwujudnya sinergisitas yang efektif dan efisien menjadi hal yg mutlak wajib dimiliki dalam menjalankan tugas roda pemerintahan. 

09 October 2014

Peluang Usaha Semut Rangrang

Jalurberita.com - Pernah melihat semut berwarna merah yang agresif ini? Ya, inilah Semut Rangrang, atau Weaver Ant atau Green Ant, dengan nama ilmiahnya, Oecophylla smaragdina. Semut ini adalah penghasil kroto,Istilah yang diberikan oleh orang jawa untuk campuran campuran telur,larva dan pupa nya. Beberapa pengalaman di masyarakat juga membuktikan bahwa semut ini dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.
Pada umumnya, koloni semut rangrang dimulai oleh seekor betina yang sudah dikawini (haplometrosis), atau sekelompok betina yang sudah dikawini (pleometrosis).


Morfologi Semut Rangrang
Tubuh semut terbagi atas tiga bagian, yakni kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Zat Feromon Untuk Navigasi Semut
Zat kimia Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan.
Semut rangrang (Oecophylla) termasuk serangga dalam ordo Hymenoptera, family Formicidae. Terdapat dua spesies semut rangrang yaitu O. smaragdina yang tersebar di India, Asia Tenggara sampai Australia dan O. longinoda yang tersebar di benua Afrika (Holldobler & Wilson, 1990). Oecophylla dicirikan dengan ukuran tubuh yang besar memanjang, berwarna cokelat kemerahan atau hijau, dan tidak memiliki sengat tapi memiliki taring yang tajam jika merasa daerahnya terganggu maka apapun yang mendekat akan digigit menggunakan taringnya. Semut ini merupakan serangga sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang disebut koloni. KoloniOecophylla terdiri atas kasta reproduktif dan nonreproduktif. Ratu dan betina ( pekerja ) merupakan anggota kasta reproduktif. Ratu Bersayap berukuran 15-16 mm,Umur ratu bisa mencapai 10 tahun keatas,Betina ( pekerja ) tidak bersayap dan berukuran 5 mm. umur betina bisa mencapai 5-10 tahun,Kasta nonreproduktif semut jantan bersayap warna hitam berukuran 8-10 mm, Panjang umur 1-2 tahun.
Cara Perkembangbiakan semut rangrang
Berkembang biak merupakan cara koloni semut rangrang untuk mempertahankan keturunannya.Cara perkembangbiakan semut rangrang dimedia, diawal-awal semut akan menentukan media yang cocok untuk membuat sarang setelah koloni merasa cocok dengan tempat atau media maka semut akan bertelur dan menaruh telur dimedia dan perlahan lahan semut menyeret telur-telur tadi sehinggah menjadi jaring-jaring putih seperti jaring laba-laba untuk menutup media Semut Rangrang dikenal pula sebagai semut penganyam, karena cara mereka membuat sarang seperti orang membuat anyaman. yang dilekukkan dan dikaitkan bersama-sama membentuk ruang-ruang yang rumit dan menyerupai kemah. Telur itu mereka tarik ke suatu arah, lalu dihubungkan dengan benang-benang halus yang diambil dari larva mereka sendiri. Para pekerja bergerak bolak-balik dari satu arah kearah lainnya membentuk anyaman.
Sebagi tempat perlindungan serta tempat tinggalnya.jika semut merasa terganggu dan tidak betah dengan tempat tinggal yang baru dibuat tadi maka semut akan merusak sarang tersebut serta meningalkannya kemudian koloni akan mencari tempat tinggal baru dan memulai proses pembuatan sarang seperti diawal.jadi jika media yang kita siapkan tdk disukai atau tidak cocok dengan karakter koloni maka bisa dipastikan akan gagal dalam dalam berbudidaya semut rangrang, dikarenakan koloni tidak akan berproduksi secara maksimal karena telur  yang dihasilkan hanya akan dihabiskan  untuk membuat sarang saja tanpa melalui tahapan ke pupa dan imago ( semut Muda ).
Tahap pertumbuhan semut sendiri dimulai dari telur menjadi larva ke pupa,kemudian ia menjadi Imago  Semut betina semut pekerja menjadi calon ratu dan pejantan,(Ratu akan muncul dengan sendirinya dari ratusan hingga ribuan telur yang dihasilkan ) bentuk larva semut muda sangat berbeda dengan semut dewasa atau induknya. Larvanya mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap. Semut betina meletakkan telur di dalam sarangnya. Telur itu sangat kecil dan berbentuk elips, berukuran kira-kira 0.5 mm x 1 mm.Telur menetas menjadi larva Setelah 5 hari, dan berukuran 5-10 kali lebih besar. Bentuk larva dan telur sangat mirip, yaitu menyerupai ulat. Telur dan larva hanya dapat dibedakan dengan kaca pembesar,umur larva 8 hari, Pada larva sudah terbentuk mata dan mulut sedangkan pada telur kedua organ itu belum ada. Larva calon ratu berkembang dengan baik karena diberi makan secara khusus dan rutin oleh semut pekerja yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhannya, larva mengalami beberapa kali ganti kulit, seperti ular. Setelah beberapa kali ganti kulit, maka larva berkembang menjadi pupa. Pupa menyerupai semut dewasa karena sudah mempunyai kaki, mata, mulut dan sayap,Sayap hanya terbentuk pada semut jantan dan ratu semut tetapi warnanya masih putih dan tidak aktif umur pupa 7 hari . Selanjutnya, pupa akan menjadi semut dewasa yang berubah warna sesuai dengan kastanya ,keseluruhan siklus dari telur sampai menjadi imago pada semut rangrang adalah 20 hari setelah peletakan telur.
Potensi Sektor Penjualan
Pada umumnya,sebagaian besar permintaan kroto ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pakan burung berkicau baik di kota-kota besar ataupun didaerah,apalagi akhir-akhir ini jumlah komunitas para penghobis burung berkicauan dan mancing mania semakin besar serta event-event kejuaran burung berkicau juga semakin gencar diadakan maka kroto sebagai supplement dan nutrisi tambahan makanan burung berkicau agar rajin berkicau semakin diburu secara otomatis permintaan akan komoditas yang satu ini semakin besar.
Namun sektor pengolahan lanjutan membawa angin segar bagi para petani.Pasalnya,selama ini kroto segar tidak bertahan lama petani sering kebingunan untuk memasarkan kroto dalam waktu cepat sebelum kroto membusuk dan tidak layak konsumsi untuk burung,karena kroto segar hanya bertahan 1 hari ,serta belum ditemukan metode pengawetan kroto yang efektif tetapi kini petani tidak perlu bingung dan repot-repot karena Banyak perusahan-perusahaan makanan burung yang menerima kroto dalam jumlah besar untuk diformulasikan menjadi makanan burung jadi pabrikan salah satunya pabrik makanan burung  ( Bird Food ) yang berada di jalanan margo mulyo tandes Surabaya jawa timur.
Menurut “Raymond” GM ( General Manager ) PT Sun Bird Food  ,”Permintaan kroto untuk bahan produksi  baku makanan burung berbentuk pellet sekitar 40 %.Dengan cara budidaya yang bagus maka kroto akan lebih bersih dan telur lebih besar dan petani bisa mencukupi kebutuhan kami” ,jadi teknik budidaya harus diperbaiki.dari semula hanya mengandalkan perburuan dialam harus beralih ke cara modern dengan perilaku perawatan yang tepat.
Berikut beberapa factor penunjang perkembangan investasi budidaya semut rangrang penghasil ( kroto ).
  • Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk produksi telor semut rangrang ( kroto ),pasalnya potensi pasar akan  kebutuhan ( kroto ) cenderung terus meningkat.
  • Kroto merupakan makanan tambahan yang sangat wajib diberikan untuk burung kicauan.
  • Permintaan kroto dari para pelaku Usaha industri pakan burung berbahan dasar kroto juga sangat tinggi.
  • Iklim di Indonesia sangat cocok untuk perkembangan populasi semut rangrang
  • Terbukanya peluang usaha produk inovasi yang bersumber dari telur semut rangrang (kroto) seperti aneka makanan burung ( pellet ) bermerek ( branded ) dengan aneka keunggulan. 
Mitra Semut Rangrang Harga Pertoples 50.000,-
Alamat : Komplek Balitsa n-27 Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat
085220145220

Artikel Yang Berhubungan

========================================================== ========================================================== # REDAKSI # Diterbitkan Berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan/Pemimpin Redaksi: Atet Hendrawan Sekretaris Perusahaan/Sekretaris Redaksi: Rinawati ,S.Pd Alamat Redaksi: Lembang Kab.Bandung Barat, Gabung menjadi Wartawan e-mail: Jalurberita@gmail.com, Telp.085220145220 DONASI melalui : # bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan No.Rek: 0887 01 026709 537

Jasa Undangan Murah

Pertemanan

Pertemanan

Teman-Blog

Donasi

bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan
No.Rek: 0887 01 026709 537

Share It

Jasa Pembuatan Skripsi, Makalah,Majalah Digital Polri, TNI, PNS, Mahasiswa yang berisikan tentang perkap kapolri diantaranya lalu lintas, Polmas atau polisi sipil, kemitraan Polri dan masyarakat, intelejen Polri, manajemen Polri, kemitran preman dan Polri, Logo Partai NasDem
peran polri dalam penanganan konflik, peran polri dalam konflik sosial, peran polri dalam pemberantasan terorisme, peran dpr dalam kedaulatan rakyat, peran dpr dalam sistem pemerintahan indonesia, harapan polri terhadap masyarakat, harapan terhadap polri