DONASI pulsa ke 085220145220 anda berhak mendapatkan Kumpulan Skripsi # Polri # PNS Kumpulan Skripsi Polri,Pns Pree Majalah Digital

19 March 2015

Peredaran Gelap Narkoba dan eksekusi mati

Jalurberita.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pelaksanaan eksekusi mati terhadap terpidana narkotika belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Kalla menyebut pelaksanaan eksekusi mati kemungkinan baru dapat dilakukan hingga berbulan-bulan. Kalla menyebut upaya hukum yang dilakukan oleh pada terpidana mati membuat eksekusi mati tertunda berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Dalam wawancara khusus dengan Reuters, Kalla menyebut Indonesia sangat memberi kesempatan pada upaya hukum yang dilakukan oleh para terpidana mati. "Kami mendengar berbagai masukan, bukan hanya dari Australia, tapi juga dari Perancis dan Brasil. Ini sangat kami perhatikan, proses hukum ini," kata Kalla dalam wawancara tersebut.

Karena itu, lanjut Kalla, proses hukum yang dilakukan oleh para terpidana mati sangat ditunggu oleh pemerintah. Ia pun mengakui prosesnya dapat berlangsung panjang. "Bisa saja memakan waktu berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan," ucap Kalla. Sebelumnya pemerintah Australia meminta pengampunan terhadap dua warga negaranya, Myuran Sukumaran (33), Andrew Chan (31). Namun, Presiden Joko Widodo menolak memberikan pengampunannya.

Peredaran Gelap Narkoba
Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba baik di tingkat global maupun nasional mendapat perhatian serius dari berbagai bangsa.  Perhatian serius tersebut diwujudkan dengan berbagai upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba bukanlah masalah baru, tetapi dampak buruknya dari waktu ke waktu selalu menimbulkan penderitaan baru bagi manusia yang menyengsarakan secara berkepanjangan bahkan berpotensi mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, yaitu hilangnya satu generasi (Loss Generation) baik secara kualitas maupun kuantitas.

Menyalahgunakan dan mengedarkan gelap narkoba merupakan tindakan melanggar hukum sebagai Kejahatan narkoba yang diatur dalam UU no. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan UU no. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Kejahatan narkoba  adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat berbahaya dan spesifik, dalam arti apabila pelaku kejahatan lain seperti : terorisme, korupsi dan kejahatan dengan kekerasan menimbulkan korban harta, raga dan jiwa manusia) jumlah korbanya bisa dihitung, namun pada kejahatan narkoba korbannya tak terhitung dan merupakan populasi tersembunyi (hidden Population). Populasi tersembunyi ini bagai benalu dalam masyarakat yang secara perlahan dan pasti akan menguras biaya sosial ekonomi suatu bangsa. Bagi korban narkoba yang tidak terawat secara baik akan melakukan berbagai tindak kejahatan guna mendapatkan uang demi kebutuhan narkobanya, sedangkan korban narkoba yang dirawat, mengalami proses pengembalian kepribadian dan fungsi sosialnya secara bertahap dan lama, bahkan kerapkali mengalami kekambuhan pasca pemulihan dan rehabilitasi.

Sementara para pelaku tindak kejahatan narkoba, seperti pemilik barang (bos, kepala sindikat, pemilik pabrik narkoba, bandar, dll) meraup keuntungan uang yang cukup besar (jutaan bahkan sampai milyaran rupiah per bulan), para korbannya sebagai pemakai, dirusak kesehatan fisik dan psikisnya, dirusak potensi daya fikirnya (otak), direnggut masa depannya, dibebani hidupnya dengan ketagihan narkoba, terjangkit penyakit ikutan (seperti TBC, Hepatitis, gagal ginjal, jantung, paru-paru, dll) dan virus HIV/AIDS seumur hidupnya, bahkan hingga tewas karena over dosis. Oleh karena itu penanggulangan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus menjadi tanggungjawab bersama baik masyarakat dan pemerintah, dengan motto negara dan masyarakat tidak boleh kalah melawan penjahat dan sindikat narkoba.
Upaya penanggulangan masalah narkoba dilakukan dengan 3 pilar, yaitu : Pengurangan Permintaan (Demand Reduction), Pengawasan Sediaan (Supply Control)  dan Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction).
Pengurangan Permintaan (Demand Reduction), Demand reduction adalah upaya untuk mengurangi permintaan akan narkoba yang berupa 2 program, yaitu : program pencegahan dengan kegiatan penyadaran dan penyebaran informasi bahaya narkoba; dan program terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.
Pencegahan penyalahgunaan narkoba meliputi :  1) Pencegahan Primer atau pencegahan dini yang ditujukan kepada mereka, individu, keluarga, kelompok atau komunitas yang belum tersentuh oleh permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tujuannya untuk membuat individu, kelompok dan masyarakat waspada serta memiliki ketahanan untuk menolak dan melawannya, bila suatu saat terjadi di lingkungan. 2). Pencegahan Sekunder atau pencegahan kerawanan yang ditujukan kepada kelompok atau komunitas yang rawan terhadap penyalah-gunaan dan peredaran gelap narkoba, misalnya bertempat tinggal di daerah hunian, pekerja di tempat hiburan. Tujuannya agar mereka dapat memperkuat pertahanan diri dari rayuan, bujukan atau paksaan pihak lain atau dorongan dan keinginan dari dalam diri sendiri untuk mencoba narkoba. 4)Pencegahan Tertier atau pencegahan kambuhan yang ditujukan kepada mereka yang sudah pernah menjadi pecandu narkoba dan telah mengikuti program T&R. Tujuannya agar tidak terjadi kekambuhan lagi.
Terapi dan Rehabilitasi (T&R) Ada 3 tahapan proses T&R penderitaan ketergantungan narkoba, yaitu : 1) Tahap Detoxifikasi terapi lepas narkoba dan terapi fisik yang ditujukan untuk menurunkan dan menghilangkan racun dari tubuh, mengurangi akibat putus narkoba serta mengobati komplikasi mental penderita.2) Tahapan stabilisasi suasana mental dan emosional penderita, sehingga gangguan jiwa yang menyebabkan perbuatan penyalah-gunaan narkoba dapat diatasi sehingga penderita secara bertahap dapat menyesuaikan diri dengan situasi perawatan dan situasi sosial selanjutnya.3) Tahapan Rehabilitasi atau pemulihan keberfungsian fisik, mental dan sosial penderita seperti bersekolah belajar bekerja serta bergaul secara normal dengan lingkungan sosialnya (keluarga dan lingkungan yang lebih luas)
Pengurangan Sediaan (Supply Reduction), Supply reduction adalah upaya untuk mengurangi pasokan akan narkoba yang berupa kegiatan yang mengarah pada penegakan hukum mulai dari pengawasan jalur peredaran narkoba resmi dan tidak resmi. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa narkoba secara resmi masih dipergunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pengobatan, sehingga pasokan dan sediaannyanya tidak mungkin dihentikan bahkan dilarang, tetapi mekanisme dan jalur edarnya perlu diatur dan diawasi.
Pengawasan jalur legal narkoba, Narkoba dan prekursor untuk keperluan medis dan ilmu pengetahuan serta untuk keperluan industri diawasi oleh pemerintah. Pengawasan jalur legal ini meliputi pengawasan penanaman, produksi, importasi, eksportasi, transportasi, penggudangan, distribusi dan penyemaian (delivery) oleh instansi terkait, dalam hal ini Dep. Kehutanan, Dep. Pertanian, Dep. Perindustrian dan Perdagangan, Dep. Kesehatan, Badan POM, Kepolisian, Kejaksanaan, yang tergabung dalam Satgas BNN.
Pengawasan jalur narkoba Ilegal, Pengawasan jalur ilegal Narkoba meliputi pencegahan di darat, laut dan udara. BNN telah membentuk Satgas Airport Interdiction dan Seaport interdiction. Pengawasan jalur narkoba ilegal ini dilakukan oleh instansi terkait yang tergabung dalam satgas tersebut yakni, Kepolisian, Kejaksanaan, Bea dan Cukai, Dep. Perindustrian dan Perdagangan, Dep. Kesehatan, Badan POM.  Langkah-langkah pada pengawasan jalur ilegal ini antara lain : a). Upaya penegakkan hukum, dilakukan dengan langkah-langkah : Penyusunan Peraturan dan perundang-undangan yang mampu memberikan efek jera pada pelakuPembetukan dan operasionalisasi Satgas-satgas narkobaMelakukan penuntasan hukum tersangka TP Narkoba, termasuk memprioritaskan pelaksanaan eksekusi mati, Menggulung sindikat narkoba dan memutus jaringannya baik nasional, regional maupun internasionalMenutup pintu masuk jaringan melalui udara dan laut dengan memperkuat Seaport dan Airport Interdiction dengan dilengkapi peralatan-peralatan yang modernMengungkap dan menutup pabrik-pabrik gelap ATS, Pemusnahan ladang-ladang ganja di Aceh, Menghancurkan Finance dan aset sindikat narkoba, Melakukan kerjasama antar negara,
Pembangunan Alternatif, dilakukan dengan langkah-langkah : Melakukan survei ke lokasi bekas eradikasi ganja, untuk melihat kandungan unsur tanah, iklim, dan potensi SD alam lainnya, Menanam tanaman produktif pengganti ganja, sekaligus mencari pasar untuk  perdagangannya, Memperbaiki sarana dan prasarana transportasi dan telekomunikasi, Melakukan sosialisasi program AD, pembinaan petani penanam ganja
Pengurangan Dampak Buruk (Harm eduction), Harm Reduction intinya merupakan upaya pengurangan dampak buruk pada pecandu narkoba khususnya pengguna jarum suntik (IDU’s) agar tidak menyebarkan Virus HIV/AIDS dan penyakit ikutan lainnya.
Tujuan Harm Reduction adalah memberi penekanan lebih pada tujuan pragmatis jangka pendek daripada tujuan idealis jangka panjang. Upaya mencegah laju penyebaran HIV dilaksanakan dan diterapkan sesegera mungkin. Penyebaran HIV yang cepat, dan berpotensi menjadi ledakan epidemi, harus dicegah terlebih dahulu. Kalau hal ini tidak dilakukan, semua tujuan jangka panjang, seperti penghentian penggunaan narkoba dan rehabilitasi keterampilan, akan sia-sia belaka.  Tahapan Harm Reduction antara lain :  1) Pengguna narkoba didorong untuk berhenti memakai narkoba. Jika pengguna narkoba bersikeras untuk tetap memakai narkoba, maka ia didorong untuk berhenti memakai cara menyuntik. kalau ia tetap bersikeras memakai cara menyuntik, maka pengguna narkoba didorong dan dipastikan tidak memakai atau berbagi peralatan suntiknya, terutama jarum suntik dan semprit, bergantian dengan pengguna lain.

Agen Anis Merah Lembang

Jalurberita.com - Popularitas anis kembang memang sedikit meredup dalam konteks burung lomba. Tetapi tidak demikian untuk burung piaraan di rumah. Masih banyak kicaumania yang memelihara burung ini, dan menjadikannya sebagai penyanyi ulung di rumah. Harganya pun masih tinggi, baik yang masih dalam proses ngeplong maupun yang sudah bersuara ngerol. Saat ini harga anis kembang (AK) yang sudah rajin ngeplong, tetapi belum pada tahap ngerol, sekitar Rp 1 juta - Rp 1,5 juta per ekor. Kalau sudah ngerol bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta.

Melihat hal tersebut, tidak sedikit kicaumania yang sengaja hunting AK trotolan dengan harapan setelah dewasa cepat ngerol dengan suara isian yang dimasternya saat masih trotolan. Memilih AK trotolan yang memiliki prospek bagus memang tidak mudah, dan membutuhkan jam terbang tersendiri. Apalagi kalau Anda mencarinya di pasar burung dalam kandang ombyokan atau dijejerkan satu-persatu dalam sangkar terpisah.

Mungkin Anda bisa mengajak rekan kicaumania yang sudah punya berpengalaman dalam memilih AK trotolan yang berprospek bagus. Namun, alangkah baiknya jika secara bertahap Anda mempelajari sendiri cara-cara memiliki trotolan anis kembang berkualitas. Nah, Om Kicau akan memberikan beberapa panduan yang semoga bisa membantu Anda.
Saat Anda memilih AK trotolan dalam kandang ombyokan, perhatikan dulu bagaimana kelincahan dan keaktifan burung tersebut. Sebab keduanya merupakan tengara burung sehat. Setelah itu, pastikan tidak ada cacat pada tubuhnya, kondisi bulu-bulunya mulus, dan yang terpenting berjenis kelamin jantan. Sebab burung jantanlah yang memiliki suara sangat bervariasi, kencang, dan mampu bersuara ngerol panjang dan penuh gaya.

Memilih burung trotolan anis kembang jantan ini memang bukan pekerjaan yang mudah. Sebab burung jantan dan betina memiliki kemiripan satu sama lainnya. Namun, berdasarkan pengalaman beberapa penangkar yang sudah memiliki jam terbang tinggi, AK trotolan jantan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :1)   Memiliki kepala yang kotak (agak panjul di belakang kepalanya). 2)   Mata besar, bersinar, dan melotot tajam. 3)  Leher lebih panjang dan besar. 4) Bulu dada lebih tipis, rata, dan akan lebih kelihatan kalau dibasahi air di bagian dadanya. 5)  Memiliki bodi yang panjang dan ramping. 6) Cara berdirinya lebih tegap. 7)  Memiliki bulu-bulu yang seperti rambut panjang / kucir di belakang kepalanya (meski tidak semua AK memilikinya). 8)  Suara ngeriwik yang jelas, tajam, dan sering dilagukan seiring makin bertambahnya usia. 9) Makin bertambah usia, makin ramping tubuhnya dengan sayap yang mengapit ke badan. 10) Ekor trotolan jantan rata-rata selalu menutup / menyatu / menguncup. meski tidak semua trotolan jantan terlihat seperti itu.

 Adapun anis kembang trotolan yang berjenis kelamin betina memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
  • Memiliki kepala yang cenderung bulat, meski ada juga sebagian yang mirip dengan trotolan jantan (kotak). 
  • Memiliki mata dengan pandangan sayu.
  • Bulu di bagian dadanya lebih tebal dan menggumpal, Meski disemprot hingga basah, bulunya tetap terlihat tebal dan menggumpal.
  • Memiliki leher lebih pendek, meski tidak semua betina memiliki ciri seperti itu.
  • Cara berdirinya tidak setegap trotolan jantan, dan cenderung membungkuk.
  • Tidak memiliki bulu rambut di bagian belakang kepala, meski hal ini juga tidak bersifat mutlak.
  • Memiliki suara ngeriwik yang kurang jelas, pendek, dan sering disambung dengan suara crecetan. Biasanya lebih rajin ngeriwik kalau mendengar suara berisik. Makin bertambah usia, burung betina makin jarang ngeriwik.
  •  Dalam perkembangannya, tubuh betina cenderung lebih membulat dan gemuk, dengan sayap yang tidak mengapit ke badannya.
  •  Memiliki ekor yang selalu megar, meskipun tidak semuanya demikian.

Pertimbangan lain yang bisa dilakukan adalah memperhatikan beberapa ciri khusus yang sangat berpengaruh terhadap potensi dan bakat yang dimilikinya, antara lain :
Bentuk paruh,  yang bentuknya tebal dan panjang, dengan sedikit lengkungan, serta memiliki ujung runcing, adalah pertanda burung tersebut bakal memiliki suara yang tajam dan keras setelah dewasa nanti.

Garis putih kekuningan di pangkal paruh bentuknya memanjang, mendekati bagian bawah dari matanya dengan bentuk yang sedikit melengkung. Ini menandakan burung tersebut bakal memiliki karakter lagu (ngerol) yang panjang, dengan bukaan paruh yang lebar.
Bentuk rahang, burung jantan memiliki rahang yang besar dan kokoh dan serasi dengan bentuk paruh sangat menunjang pada kekuaran volume yang dikeluarkannya.
Bentuk kepala Burung jantan rata-rata memiliki kepala yang ceper, dengan bentuk yang tidak terlalu besar. Hal tersebut menandakan burung tersebut memiliki kecerdasan yang tinggi.

Bentuk mata, Pilihlah burung trotolan yang memiliki mata besar, bening, dan tampak melotot, karena hal ini berkaitan langsung dengan kondisi mental dan karakternya. Jangan pilih burung yang tatapan matanya  sayu, atau matanya tampak berair.
Bentuk leher Pilihlah burung trotolan yang memiliki leher agak besar. Hal tersebut menunjukkan kalau burung nantinya akan memiliki suara ngerol yang panjang.
Bentuk tubuh Anis kembang yang memiliki bentuk tubuh panjang dan ramping menandakan bahwa ia akan lebih cepat bunyi.

Panjang sayap,  Pilih burung trotolan yang memiliki sayap yang panjangnya hampir sama dengan bulu ekor. Sebab tengara ini menunjukkan burung nantinya akan memiliki gaya yang bagus ketika bernyanyi ngerol.

Bentuk kaki, Pilih burung trotolan yang memiliki kaki panjang dan kokoh. Hal ini sangat menunjang pada karakter AK sewaktu ngerol (biasanya berdiri tegap dan lurus). Selain itu, meski masih trotolan, pilihlah burung yang kakinya kering, karena nantinya lebih cepat dewasa dan lebih stabil dalam karakter maupun mentalnya.

Ciri-ciri tersebut pernah diulas Om Heri GAT Bird Farm, salah seorang penangkar senior anis kembang, dalam forum kicaumania.or.id.

Memilih anis kembang trotolan memang  membutuhkan perhatian ekstra, karena dari sinilah kita akan tahu bagaimana sebenarnya karakter burung tersebut setelah dewasa.
Selain hal-hal diatas, perawatan harian juga menjadi salah satu faktor penentu dalam perkembangan mental dan karakter AK setelah dewasa.

Perawatan anis kembang trotolan
Berikut ini perawatan standar untuk anis kembang yang masih trotolan, dengan umur sekitar 1 bulan :Pagi hari, burung diberi extra fooding (EF) berupa 4-5 ekor jangkrik, 3 – 5 ekor cacing tanah, dan satu cepuk kroto yang sudah BirdVit. AK trotol 1) Pada usia ini, trotolan sudah bisa diajari mandi di karamba. Usai mandi diangin-anginkan dan dijemur dengan waktu terbatas (5 – 10 menit saja).2) Setelah penjemuran, burung kembali diangin-anginkan dan mulai ditempel dengan burung-burung masteran atau bisa juga diputarkan suara masteran dari mp3 player atau dari ponsel, dengan suara yang sayu-sayu. 3) Sore hari, burung bisa diberikan lagi 4-5 ekor jangkrik dan 3 – 5 ekor cacing tanah. 4) Setelah itu, burung dikerodong dan diistirahatkan sambil diperdengarkan suara masteran baik dari mp3 maupun ditempel dengan burung masteran yang rajin bunyi.

Agen Anis Merah Perwakilan Bandung Raya Asal bali
Jl.Cendana 19 Ds.Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

085220145220

Isis dan Keimigrasian

Jalurberita.com  - Pemkab Bandung mengakui salah seorang warganya Asyahnaz Yasmin menjadi satu dari 16 WNI yang ditangkap di Turki yang diduga akan bergabung dalam jaringan Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS). Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Bandung, Salimin membenarkan bahwa Asyahnaz merupakan warganya. Yang bersangkutan tercatat sebagai warga Kampung Babakan Ciparay, RT 1/6, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. "Dari hasil penelusuran yang kami lakukan dia lahir di Lampung pada tanggal 7 Juli 1989 anak dari Mahfuouzt Firdaus. Dari data memang sudah benar dia warga Kabupaten Bandung," kata Salimin kepada wartawan di Soreang, Selasa (17/3/2015).

Ayah dari Asyahnaz Mahfuouzt Firdaus merupakan warga Kab Bandung yang pernah menikahi seorang perempuan asal Lampung. Tapi, pada 1990 keduanya memutuskan berpisah. Sebelum dikabarkan tertangkap di Turki, yang bersangkutan sempat dikabarkan hilang kontak pada 2010. Diduga selama tidak ada komunikasi itu dirinya tinggal di Jakarta. "Ketika membutuhkan KTP, dia baru kembali lagi ke kabupaten Bandung. Terakhir pada 18 September 2014 dia membuat akta kelahiran," katanya.

Salimin mengakui telah menyerahkan data kependudukan yang bersangkutan ke pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan. Salimin mengaku tak mengetahui lebih lanjut terkait permasalahan penangkapan Asyahnaz di Turki. "Kami hanya mengurus administrasi kependudukannya saja dan prosedur sudah benar," ujarnya.

Keimigrasian menurut UU No. 9 tahun 1992 tentang Keimigrasian, Artinya yaitu hal ikhwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Negara Republik Indonesia dan pengawasan orang asing di wilayah Negara Republik Indonesia. sedangkan Imigran Gelap, Istilah imigran gelap terdiri dari dua kata yaitu imigran dan gelap,  yang dirangkaikan menjadi satu.  Imigran adalah orang yang melakukan imigrasi,  yaitu masuknya seseorang dari suatu negara ke negara lain. Menurut Kuntjaraningrat,  yang dimaksud dengan migrasi adalah "perpindahan dari suatu kelompok manusia dari tempat tinggal ke tempat tinggal lain yang baru".  Maka dengan demikan dapat diartikan bahwa imigrasi adalah orang-orang yang melakukan perpindahan dari suatu negara ke negara lain dimana orang tersebut bermaksud untuk menetap di negara yang didatangi.

Sedangkan kata gelap dapat diartikan sebagai tidak sah menurut peraturan.  Berdasarkan uraian pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa imigran gelap adalah orang-orang yang memasuki wilayah Indonesia tanpa ijin yang sah atau tidak sah menurut peraturan. Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan pengertian imigran gelap sebagai berikut : 1) Illegal entry yaitu memasuki wilayah Indonesia tanpa memiliki paspor dan visa.  2) Memasuki wilayah Republik Indonesia sebagai penumpang gelap, 3) Memasuki wilayah Republik Indonesia dengan mengguanakan paspor dan visa palsu atau dipalsukan.

Dikaitkan dengan Polri sebagai  penyidik,  mempunyai wewenang seperti yang tercantuk dalam UU No. 8 tahun 1981 (KUHAP) pasal 7,  antara lain adalah : a. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana. b. Melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian perkara. c. Menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri dari tersangka.d.   Melakukan penangkapan,  penahanan,  penggeledahan dan penyitaan. e. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. f. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang. g. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. h. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. i. Mengadakan penghentian penyidikan. j. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.  Yang dimaksud dengan " tindakan lain " adalah tindakan yang : 1. Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum. 2) Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan dilakukan tindakan-tindakan jabatan. 3) Patut,  masuk akal,  dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. 4) Atas pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan memaksa. 5) Menghormati hak asasi manusia.

Salah satu tugas pokok Polri yang termuat dalam pasal 13 Undang-undang No. 2 tahun 2002 adalah menegakkan hukum.  Dalam rangka penegakan hukum tersebut,  wewenang Polri diantaranya adalah dalam hal pengawasan orang asing,  yakni yang berkaitan dengan pendaftaran orang asing yang kewajiban bagi orang asing yang telah memperoleh izin tinggal untuk melapor pada kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia di tempat tinggalnya atau tempat kediamannya.

Yang menjadi masalah dalam pengawasan orang asing di Indonesia adalah banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing terhadap Undang-Undang Keimigrasian No. 9 tahun 1992.  Yang menjadi permasalahan dalam penanganan orang asing ini adalah masuk atau keluarnya mereka ke/dari wilayah Indonesia tanpa melalui prosedur yang sah atau tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian yang sah menurut Undang-Undang No. 9 tahun 1992.

Seharusnya setiap orang asing yang melakukan pelanggaran selama berada di Indonesia dilakukan proses hukum dengan diajukan ke muka Pengadilan.  Namun selama ini Polri dan Imigrasi dalam penanganannya lebih cenderung melakukan penangkapan,  karantina dan tindakan keimigrasian berupa deportasi dengan mengeluarkan orang asing dari wilayah Republik Indonesia,  karena dipandang lebih murah dan mudah serta berkaitan dengan anggaran yang dimiliki.  Penyidik Polri dan Imigrasi selama ini beranggapan bahwa dengan dilakukan deportasi terhadap suatu kasus/orang asing dapat menyelesaikan masalah.  Namun kenyataannya jumlah orang asing yang masuk secara illegal saat ini tiap tahunnya terus meningkat.


Dengan dimikian,  dapat diperkirakan bahwa tindakan keimigtasian berupa deportasi tidak cukup efektif dan tidak dapat menimpulkan efek jera bagi orang asing/imigran gelap yang melanggar.  Berdasarkan hal tersebut,  maka langkah yang harus segera diambil oleh Polri dan pemerintah Indonesia dalam rangka mengeliminir pelanggaran dalam jangka panjang adalah dengan melakukan tindakan secara tegas terhadap setiap pelanggaran dengan mengajukannya ke Penuntut Umum/Pengadilan.

16 March 2015

Wartawan dan Intelejen

Jalurberita.com - Pada umunya peran wartawan saat ini keberadaan mereka sekedar menjalankan tugas sebagai orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik, sesuai dengan tupoksinya yaitu mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronika dan segala jenis saluran yang tersedia ( Pasal 1 UU No 40 /th 1999 tentang PERS). kalau digali lehih jauh peran wartawan akan sebagai membantu Polri seperti yang diungkapkan Prof. SUWARSIH WARNAEN, Media Massa di Indonesia mempunyai   potensi  pengaruh  besar  terhadap  psikologis  serta pada tingkah laku orang-orang yang membutuhkan kehadirannya. Disamping itu, juga berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan pengetahuan orang-orang yang memanfaatkannya, antara lain sebagai media pemupuk keseragaman nilai-nilai, norma-norma dan aspirasi-aspirasi yang dianut masyarakat (Wina Armada ; 1989). Dengan demikian kalau dimanfaatkan, tentunya   Wartawan   bisa membantu  atau minimal mempermudah tugas Polri dan dapat mendukung terciptanya stabilitas kamtibmas.

Menurut pasal 1 huruf 1 UU No 40 / th 1999, pers adalah wahana komunikasi massa, berarti Pers termasuk para Wartawan nya harus mengetahui Peran dan Kedudukannya dalam masyarakat. Dengan demikian dalam setiap pemuatan beritanya, mereka juga harus memperhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat. Karena salah satu tugas utama pers bukanlah untuk menjilat yang berkuasa (Muchtar Lubis, 1980), Artinya Pers memang bekerja bukan untuk kepentingan yang berkuasa tapi untuk kepentingan masyarakat, maka itu perlu keseimbangan dalam pemberitaan, walaupun yang diangkat menyangkut pada persoalan para Penguasa. Selanjutnya komunikasi menyebabkan mereka yang terlibat mengetahui atau mengerti informasi yang hendak disampaikan. Karena memang tujuan utama dalam komunikasi antar manusia tak lain adalah mencapai pengertian bersama yang lebih luas dan mendalam (Astrid S, Sutanto ; 1976).

Peran Wartawan dalam Intelejen
Sesuai dengan ketentuan UU No 44/Th. 1999 tentang Pers, Wartawan dalam melaksanakan profesinya mendapat perlindungan hukum. Dengan demikian kesempatan untuk mendapatkan berita menjadi terbuka lebar dan terjamin secara hukum, apalagi dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan kekebalan yang dimilikinya sebagai media informasi yang mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi, melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, bila dikaitkan dengan upaya Polri dalam pembangunan Jaringan Intelijen, maka peran Wartawan yang diharapkan adalah yang mampu memberikan informasi yang ada hubunganya dengan tugas Polri atau Mitra Polri sesuai dengan konsep Polmas.

Selanjutnya tugas mereka bisa diarahkan pada penggalangan dengan pembentukan opini yang dapat berdampak pada terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusip dengan menyelenggarakan penginderaan dini (pre-emtif) terhadap segala perkembangan didalam masyarakat, baik terhadap orang, maupun kegiatannya yang berpotensi menjadi Gangguan Kamtibmas. Dengan bentuk kegiatan Pengamatan, Penggambaran, Penjejakan, Pembuntutan, maupun Pendengaran.  
Pada dasarnya Penggalangan adalah usaha atau kegiatan menggeser sikap sasaran sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pihak penggalang  (W. Saranto dan J. Karwito ; 2001 ; hal 89). Artinya Penggalangan dimaksudkan untuk mempengaruhi sasaran agar mau mengikuti kemauan Pelaksana dan sekaligus melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Yang mana sebelum proses penggalangan dimulai harus didahului dengan penilaian terhadap sasaran, hal ini untuk mengetahui secara jelas siapa yang akan digalang, bagaimana kemampuannya, kira-kira cocok atau tidak dengan tugas yang akan diberikan, dan yang paling penting apakah mereka sanggup melaksanakan tugas yang akan  diberikan. Kalau dalam analisa dan penilaian tersebut ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, tentunya penggalangan harus dibatalkan. Karena nantinya tugas yang diberikan kepadanya tidak akan dilaksanakan dengan maksimal.

Penggalangan adalah proses bergabungnya komponen yang ada dengan Pelaksana dalam kegiatan Intelijen. Maka Jaringan yang sudah digalang harus mampu segera menyesuaikan dengan kondisi penggalangan yang diharapkan, baik tulisan berita, opini, motivasi, sikap dan prilakunya dalam mendapatkan informasi yang diharapkan. Pada tahap ini pendekatan Psikologi mutlak dibutuhkan, disamping untuk mengetahui situasi hati sasaran pada saat itu, juga  untuk mempengaruhinya, minimal menimbulkan respon pada saat terjadi komunikasi. Seperti pendapat DANCE (1967) yang menyatakan  bahwa komunikasi dalam kerangka psikologi sebagai usaha menimbulkan respon (Jalaludin R ; 1985; hal 3).

Dan setelah  mengetahui bahwa respon dari sasaran atau masyarakat cenderung positif, maka pelaksana bisa meneruskan kegiatannya sesuai dengan yang telah direncanakan. Secara psikologis Jaringan akan terpengaruh melihat kemampuan dan penampilan Pelaksana. Dalam kegiatan ini Pelaksana juga harus mahir berkomunikasi, mampu menempatkan diri dimana kedudukannya dan dimana posisi sasaran sehingga tidak terdapat jurang pemisah yang semakin lebar diantaranya. Selanjutnya mampu menimbulkan motivasi baik terhadap  diri sendiri maupun sasaran, sehingga apa yang dilakukan tidak terasa berat atau menjadi beban. Pelaksana juga harus paham kondisi psikologi sasaran, agar tahu kapan saatnya masuk, berkomunikasi, menyampaikan pesan dan keinginannya, sehingga kegiatan berjalan lancar, tidak terkendala, tepat sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam proses ini karena dengan berkomunikasi secara baik, apa yang menjadi pemikiran masing-masing pihak dapat terungkap.

Pada saat penggalangan, Pelaksana wajib menjelaskan secara terus terang tentang  tugas dan misinya kepada pihak yang digalang. Jadi kalau yang  bersangkutan tidak mampu berkomunikasi apalagi yang menjadi sasaran adalah Wartawan yang tugasnya adalah berkomunikasi, akibatnya bisa saja terjadi salah pengertian, timbul ketersinggungan dan lain-lain yang bermuara pada kegagalan tugas. Untuk itu harus direncanakan dan dirumuskan secara baik bagaimana caranya menyampaikan agar tidak terjadi miss komunikasi. Kalau Pelaksana benar-benar belum tahu cara berkomunikasi dengan benar, harus diadakan pelatihan atau pembelajaran tentang apa yang dimaksud komunikasi, apa kegunaannya dan bagaimana manfaatnya serta batas-batas mana yang tidak boleh dilanggar maupun ketentuan mana yang harus dilaksanakan.

Pelatihan adalah kebutuhan dasar pencapaian prestasi, tanpa latihan tidak mungkin seseorang dapat melakukan kegiatan dengan baik, termasuk  mencari  dan memperoleh  bahan keterangan. Dalam kegiatan ini Jaringan yang ada senatiasa berhadapan dengan berbagai  persoalan yang bisa saja  timbul dari lokasi yang menjadi sasaran, kekuatan dan kemampuan lawan, cara bertindak serta pola pelariannya. Maka bilamana Jaringan tidak pernah latihan akibatnya akan sulit bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugasnya. Dengan berlatih secara intensif dan terprogram hasilnya akan lain, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang sudah bisa menjadi lebih mahir. Untuk itu Jaringan harus selalu diperkenalkan dengan kondisi yang sebenarnya, diperkenalkan dengan tantangan dan hambatan yang ada di lapangan sehingga bisa beradaptasi dan terbiasa menghadapinya. Namun demikian tentunya tidak mungkin langsung dihadapkan pada tantangan yang berat, harus ada proses dan pentahapan dalam kegiatan pelatihan.

Dalam kegiatan pelatihan peran Pelaksana tidak hanya bertindak  sebagai Pelatih saja, namun juga harus bertindak  sebagai  Pengawas dan  Penilai, sehingga Jaringan tahu mana yang salah  dan bagaimana  cara memperbaikinya. Di samping itu, bila Jaringan sudah mulai menyimpang dan kira-kira akibatnya dapat merugikan diri sendiri maupun organisasi, Pelaksana wajib mengingatkan dan meluruskan kembali. Dalam segmen ini kemampuan berkomunikasi dan  pendekatan  psikologi menjadi penting. Dengan berkomunikasi dan  menggunakan pendekatan yang baik, Jaringan yang bertindak salah kemudian dibetulkan  tidak akan tersinggung. CARL HOVLAND seorang ahli Psikoanalisis dari Amerika, menyatakan bahwa komunikasi adalah  upaya yang sistimatis untuk menyampaikan informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. (Jalaludin R; 1985; 14).

Pembinaan Jaringan, artinya Jaringan yang sudah terbangun tidak lantas dibiarkan dan hanya diberikan tugas untuk mencari dan memperoleh informasi saja, namun juga perlu diberikan kegiatan lain sehingga Jaringan merasa nyaman bekerja dan terus menghasilkan produk. Disamping itu juga perlu dilakukan pengawasan sehingga Jaringan tidak melenceng dari tugas yang diberikan atau memanfaatkan jabatan yang diberikan untuk kepentingan pribadi yang dapat merugikan organisasi. Jaringan sebagai manusia biasa tentunya memerlukan berbagai sentuhan. Untuk itu dalam menjalin hubungan, antara Pelaksana dan Jaringan diharapkan tidak hanya melulu dalam kapasitas kaitan tugas. Sehingga diantaranya timbul kekerabatan yang dapat memicu semangat Jaringan untuk bekerja lebih keras dan rela berkorban demi kepentingan Pelaksana.


Hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses Pemeliharaan Jaringan adalah motivasi rasa nasionalime keindonesian. Tanpa ada motivasi yang kuat, tentunya dalam waktu tertentu Jaringan akan merasa capek dan bosan, sehingga walaupun masih terjadi hubungan namun produk yang dihasilkan sudah tidak seperti yang diharapkan. Motivasi pada dasarnya bersifat Intern dan Ekstern, diantara keduanya saling berhubungan, namun berkaitan dengan Pembinaan Jaringan motivasi ekstern lebih dominan. Artinya dari berbagai kondisi yang dapat memotivasi, kecenderungannya mutivator yang berasal dari luar yang lebih banyak mempengaruhi. Berkaitan dengan ini tentunya Pelaksana punya kewajiban untuk selalu mendukung Jaringan sehingga mereka tetap bertahan walaupun mungkin terjadi berbagai kondisi yang dapat menurunkan semangat mereka. Misalnya dengan menyediakan berbagai fasilitas, memberi bantuan materiil di saat mereka membutuhkan, memberikan penghargaan dan sebagainya yang disesuaikan dengan keinginan dan harapan Jaringan. Termasuk memberikan tauladan dalam bersikap dan bertingkah laku, sehingga Jaringan dapat melihat dan menirunya.  

"BEGAL" dan Intelejen

Jalurberita.com - maraknya tindak pidana berupa "begal" menjadikan masyarakat semakin hilang rasa kepercayaan kepada Polri sebagai empunya yang mempunyai tugas sebagai pelayan pengayom, pelindung, dan penegakan hukum di indonesia. arti begal /be·gal/ /b├ęgal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun; pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian (http://kbbi.web.id/begal).

Seperti yang di lontarkan mahasiswa kota depok  Maraknya kasus pembegalan di Kota Depok membuat warga yang tinggal di kota ini menjadi lebih waswas. Salah satunya adalah Kamielah, mahasiswa UI, yang tinggal di kos-kosan dekat kampus. "Biasanya, kita jadi kura-kura atau kunang-kunang, sekarang kupu-kupu aja," ujar Kamielah, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UI, saat ditemui Tempo, Rabu malam.
Tiga istilah tersebut lazim digunakan di kalangan mahasiswa. Kura-kura adalah kuliah-rapat-kuliah-rapat. Istilah ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang aktif terlibat organisasi kampus, sehingga hal yang sering mereka lakukan adalah rapat perencanaan. Kunang-kunang adalah kuliah-nangkring-kuliah-nangkring. Istilah ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang gemar nongkrong dengan teman-teman kampus seusai kuliah. Sedangkan kupu-kupu adalah kuliah-pulang-kuliah-pulang. Artinya, tipe mahasiswa yang langsung pulang seusai kegiatan kuliah.
Aksi pembegalan di Depok yang terjadi di atas pukul 21.00 membuat mahasiswa UI ikut waspada. Alifa, 23 tahun, mahasiswa FISIP UI, mengatakan dirinya memilih pulang ke kosannya lebih cepat. Dia pun memilih mengerjakan tugas kelompok di salah satu apartemen temannya ketimbang di kafe atau restoran di Jalan Margonda. "Kalau dari kafe kemalaman, kan, sama saja pulangnya nanti seram," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Eka, 23 tahun, mahasiswa FT UI. Biasanya, dia sering berkeliling Depok untuk menjajal berbagai makan. Dia pun juga sering beraktivitas di kampus hingga larut malam. Namun saat ini dia memilih untuk sudah ada di kosan paling lambat pukul 22.00. Dia yang biasanya berkeliling naik sepeda motor pun memilih berjalan kaki atau naik angkutan umum. "Takut dibegal dan dicuri sepeda motornya," tuturnya. 
Sebelumnya, Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan aksi pembegalan rawan terjadi tak jauh dari area kampus UI, seperti Jalan Margonda, flyoverUI, Jalan Juanda, dan sekitar Jalan Tol Iskandar Siliwangi. Dia juga meminta warga yang melintasi daerah tersebut pukul 00.00-05.00 lebih waspada dan tak berhenti di jalan tersebut. (http://www.tempo.co/read/news/2015/02/05/064640110/Rawan-Begal-Depok-Mahasiswi-UI-Jadi-Kupu-kupu
Fungsi Sat Intelkam.
Secara umum tugas Sat Intelkam berfungsi melaksanakan upaya pengamanan masyarakat terhadap  segala bentuk ancaman untuk menghilangkan kerawanan kamtibmas baik dilakukan secara pre-emtif, pre-ventif maupun penegakah hukum, dengan upaya melakukan deteksi dan identifikasi terhadap sumber-sumber ancaman yang berkembang dalam masyarakat. Hal lainya berupa melaksanakan pengamanan  dan pengawasan terhadap pengadaan, pemasukan, pengeluaran, penggunaan, pemindahan, pengangkutan, penyimpanan/ penimbunan, pemilikan  penguasaan, pemindah tanganan/ penghibahan, pembuatan dan pemusnahan senjata api, amunisi dan bahan peledak.
Peranan Sat Intekam harus mampu menciptakan kondisi rasa aman masyarakat baik dengan cara tertutup (under cover) guna kepentingan pelaksanaan tugas pokok Polri. Memberikan berbagai informasi (early warning dan early detection)  kepada pimpinan sebagai penentu  arah dan kebijasanaan pimpinan. Dalam rangka tercapainya kepentingan tersebut diatas, Sat Intelkam Polwiltabes Bandung bergerak dengan orientasi  kedepan,   bertujuan untuk mencari latar belakang trend  perkembangan dari suatu gejala kasus, situasi kondisi masyarakat di wilayah Polwiltabes Bandung, berusaha sedapat mungkin menemukan dan mengidentifikasikan setiap gejala dan kecenderungan yang ada timbulnya gangguan kamtibmas, dijalankan secara terus menerus yang dapat dijadikan dasar bagi pelaksanaan tugas teknis kepolisian lainnya.
Upaya yang dilakukan untuk mencipatkan informasi yang akurat (early warning dan early detection) sehingga mampu digunakan pimpinan dengan melakukan Pembinaan Jaringan yang telah direkrut  dengan melalui langkah-langkah  pengrekrutan  agen,  dikembangkan menjadi jaringan  Intelijen yang sangat mendukung dalam penanggulangan berbagai tindak kejahatan salah satunya  curanmor.
Kemampuan pembinaan jaringan sehingga mampu memberikan bahan keterangan/informasi yang diperlukan pimpinan dengan sistem sel pada kelompok masyarakat tertentu sehingga terbentuk  bentangan informasi yang luas yang mampu memberikan informasi yang akuran dan menjadi pijakan pimpinan dalam melaksanakan tindakan. Namun permasalahan dalam pembentukan jaringan saat ini hanya dilakukan secara perorangan  teknik pembinaan yang konvensional dan tradisional bersifat sementara, sehingga hasilnya sering bersifat untung-untungan dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Demikian juga pengawasan dan pengendalian terhadap jaringan, berada pada anggota itu sendiri, sehingga sulit untuk mengevaluasi bobot jaringan dan bobot informasinya.   Hal lainnya adalah laporan yang dibuat jaringan dibuat lisan dan terkadang sulit untuk diuji atau dilakukan “cross chek” mengenai kebenaran informasi dimaksud.   Akibatnya informasi yang diterima pimpinan sering keliru sehingga dapat menimbulkan kekeliruan pula dalam pengambilan keputusan.   Kondisi ini sangat terasa dalam usaha agar pimpinan unit dapat mengambil keputusan yang akurat dan tepat  untuk menghadapi kasus curanmor ini   sehingga ada pemikiran di dalam pembinaan sumber-sumber operasi secara konseptual dan terprogram.
Dengan kondisi tersebut upaya yang dapat dilakukan agar  mendapatkan informasi  yang berkualitas/akurat maka diperlukan  pembinaan jaringan, sehingga dalam hal ini diperlukan langkah-langah  dalam upaya pembinaan jaringan dengan meningkatkan kemampuan manajemen berupa:
Pengorganisasian yang ditata secara baik, maka  sumber daya manusia yang telah terbentuk  dapat digerakan  untuk melaksanakan berbagai kegiatan agar berdaya guna dan berhasil guna. Pengorganisasian jaringan dapat dilaksanakan melalui beberapa mekanisme kegiatan antara lain : Prioritas  lebih diutamakan kepada kelompok-kelompok eks pelaku curanmor yang mempunyai pengaruh atau potensial di daerah rawan curanmor.
Tiap-tiap anggota jaringan Intelijen diorganisir oleh satu anggota unit Intelkam dan atu agen pengendali/kepala unit. Tiap-tiap anggota jaringan Intelijen diupayakan  juga  mempunyai  sub jaringan Intelijen yang mampu dan dipercaya. Pemantapan pendayagunaan jaringan Intelijen digunakan sistem sel, dimana jaringan maupun sub jaringan tidak saling mengetahui, hal ini dikandung maksud untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan terhadap jaringan Intelijen itu sendiri maupun tugas yang akan diberikan kepadanya.
Pengadminstrasian, selama ini data tentang jaringan Intelijen tidak dihimpun dalam dokumen secara baku. Dalam rangka pemantapan jaringan Intelijen maka   pengadministrasiannya kedalam suatu dokumen harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Pelaksanaan pemantapan jaringan Intelijen agar didayagunakan semaksimal mungkin yang diatur melalui proses yang dinamakan Intelijen cycle dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : jaringan Intelijen yang telah terbina oleh unit Intelkam ditugaskan  untuk mencari dan mengumpulkan  bahan keterangan dan informasi tentang pelaku curanmor.
Bahan keterangan yang dihasilkan oleh jaringan Intelijen  baik yang ditemukan sendiri maupun atas permintaan petugas ditranspormasikan kepada petugas unit Intelkam selanjutnya oleh anggota unit Intelkam dikumpulkan dan dikaji kebenarannya tentang  informasi yang diberikan  berupa kasus curanmor dan selanjutnya bahan keterangan tersebut ditranspormasikan kepada atasan mereka dalah hal ini  (Ka unit).
Ka unit  menganalisis  baket/informasi tersebut dengan menggunakan pendekatan bidang sasaran tugas yang dihadapi. Yang terpenting dalam proses pendayagunaan informasi atau bahan keterangan tetap berpedoman pada prinsif kecepatan, ketepatan dan kerahasiaan saat jaringan Intelijen sampai kepada pengguna.
Upaya pemantapan pengendalian jaringan Intelijen tidak akan terlaksana dengan baik bila tidak  dilakukan pengawasan dan pengendalian oleh Ka unit ataupun anggota unit Intelkam. Kerawanan yang paling tinggi dalam jaringan Intelijen adalah berupa penyalahgunaan kepercayaan yang diberikan kepada para agen.   Hal ini dapat berupa tindakan  yang menyimpang atau melanggar hukum yang dilakukan oleh para agen untuk kepentingan pribadinya sehingga  merugikan kepentingan Polri,  sehingga  dengan hal tersebut maka pengendalian dan pengawasan terhadap  kegaitan jaringan Intelijen di lapangan  untuk dapat menghasilkan bobot informasi yang diharapkan dengan melakukan tindakan berupa :
Secara administrasi dengan melakukan pelaksanaan kegiatan jaringan harus ditentukan target jumlah laporan  yang harus disampaikan kepada anggota unit Intelkam, baik yang bersumber dari jaringan Intelijen itu sendiri maupun hasil pengembangan atas permintaan dari anggota unit Intelkam.
Secara fisik dengan melakukan berbagai pertemuan secara berkala dalam rangka  memelihara  dan mengamankan  jaringan serta  hasil-hasil yang dicapai. Dalam pengawasan jaringan di lapangan  untuk tidak terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaanya harus dilakukan counter oleh agen yang lainnya baik secara langsung maupun menggunakan sasaran antara dengan pelibatan jaringan intelejen yang telah terbina dengan baik. 

06 March 2015

Bupati Minta Investor Manfaatkan Muatan Lokal

Jalurberita.com - Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menitipkan muatan lokal seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha yang hendak menginvestasikan modalnya, sehingga terjadi sebuah kesinambungan yang saling menguntungkan antara para pengusaha, pemerintah daerah dan masyarakat. 

Muatan lokal yang dimaksud oleh Abubakar adalah SDM terkait masyarakat yang berada disekitar tempat usaha para investor agar bisa dimanfaatkan menjadi tenaga kerja, sehingga manfaat dari investasi yang ditanamkan tidak hanya oleh pemilik moddal saja, tetapi akan jauh lebih dirasakan oleh masyarakat dengan terbukanya lapangan dan kesempatan kerja. 

"Dengan terbukanya lapangan dan kesempatan kerja akibat nilai investasi yang ditanamkan para investor di wilyah Kab. Bandung Barat, maka para pengusaha juga turut membantu program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan serta taraf kehidupan masyarakat. Sehingga, keuntungan dapat dirasakan oleh seluruh sektor, baik pengusaha, pemerintah daerah maupun masyarakat," terang Abubakar disela-sela pembukaan Sosialissi Perturan Daerah Dan Peraturan Bupati Tentang Pengendalian dan Pengawasan Penjualan Minuman Beralkohol di Lembang beberapa waktu lalu. 

Selain SDM, Bupati juga menitipkan potensi SDA yang dimiliki Kab. Bandung Barat. Sebab, kondisi lingkungan menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk sektor pariwisata. "Jadi saya berharap para investor tetp berinvestasi tanpa merusak alam. Pasalnya, kondisi alam Kab. Bandung Barat menjadi daya tarik utama untuk mendtangkan keuntungan bagi para pengusaha melalui sektor pariwisata," tegasnya. 

Sedangkan mengenai pembatasan perijinan terhadap pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU), Abubakar menjelaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi halangan bagi para investor untuk berinvestasi selama mereka taat terhadap berbagai aturan yang berlaku, maka pemerintah provinsi juga dipastikan akan memberikan rekomendasi dan ijin pembangunan. 

"Karena, tujuan yang sebenarnya dari KBU adalah untuk lebih menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga kondisi alam bisa tetap terjaga tanpa menghilangkan nilai investasi untuk kepentingan bersama," tuturnya. (**)

Bupati Ingatkan Pemangku Kepentingan Lebih Kenali Permasalahan Desa

Jalurberita.com - Pemerintahan Desa (Pemdes) merupakan bentuk organisasi pemerintah yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai obyek pembangunan yang dilakukan.  Dan untuk memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar mengingatkan seluruh pemangku kepentingan baik ditingkat kabupaten hingga desa untuk lebih mengenali berbagai permasalahan yang kerap muncul dalam roda pemerintahan desa, sehingga bisa melahirkan berbagai solusi terbaik, terutama dalam mengentaskan kemiskinan.
Add caption

Karena menurutnya, proses pembangunan merupakan sarana dalam mencapai tujuan akhir untuk menyentuh masyarakat agar mampu menjadi obyek bahkan mungkin menjadi subyek dalam pelaksanaan pembangunan.

“Dalam sistem pemerintahan desa yang diatur dalam UU nomer 6 Tahun 2014 tentang desa, masyarakat diberikan ruang agar lebih leluasa menjadi obyek bahkan subyek pembangunan, termasuk dalam memberi dan menentukan kebijakan serta arah pembangunan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian, seluruh stakeholder desa juga bisa lebih berkembang karena terjadi dinamisasi dan kesinambungan antara seluruh stakeholder, pemerintah desa dengan masyarakat,” ujar Abubakar selepas menutup pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Padalarang, Rabu (4/3) siang.

Menurutnya, ketika membicarakan Pemerintah, maka hanya ada satu. Hanya saja bobot tanggung jawabnya berbeda antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan pemerintah desa. Tetapi arah tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Dan salah satu sasaran utama pembangunan yang dilakukan hingga tingkat desa adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan perekonomian. Hal tersebut sengaja dilakukan untuk meminimalisir kesenjangan antara si miskin dan si kaya.

“Jangan sampai terjadi kesenjangan dengan membiarkan si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskn. Tapi harus terjadi pemerataan pertumbuhan perekonomian akibat adanya pemerintahan desa untuk lebih mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pembangunan yang difokuskan pada desa,” ucapnya.

Dari hasil Musrenbang yang dilaksanakan, Abubakar menjelaskan bahwa fokus rencana pembangunan untuk tahun 2016 mendatang merupakan pematangan dan penyempurnaan dari fokus pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan pada 2015 ini, termasuk pembahasan tentang konsep pembangunan di wilayah selatan Kab. Bandung Barat.

“Selain bekerjasama dengan PT. PLN dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang merupakan Corporate Social Responcibility (CSR) dari pembangunan PLTA Upper Cisokan, melalui APBD Pemda juga telah menyusun program pembuatan jalan bypass dari Purabaya Padalarang Hingga Gununghalu yang melintasi Kec. Saguling, Sindangkerta dan Cipongkor,” tegas Abubakar.

Hanya saja, sebagai langkah awal dimulai dengan peningkatan kualitas jalan sambil menunggu bantuan anggaran dari APBD Provinsi dan APBN. Pasalnya tidak memungkinkan membangun Jalur Bypass tersebut jika hanya mengandalkan angaran APBD Kabupaten saja. (**)

30 December 2014

FPI Datangi Kab. Bandung Barat

Jalurberita.com - Makin maraknya penyebaran minuman keras di Wilayah Kab. Bandung Barat akhir-akhir ini terutama menjelang perayaan tahun baru 2015, membuat Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kab. Bandung Barat tidak bisa berdiam diri. Bahkan, mereka sengaja mendatangi Bupati Bandung Barat, H. Abubakar diruang kerjanya, di Komplek Pusat Perkantoran Kab. Bandung Barat untuk bersilaturahmi dan beraudiensi membahas Perda Miras dan Perda K3,  Senin (29/12) siang.

Ketua Tanfidz DPW FPI KBB, Ade Saepudin dengan tegas meminta pemda untuk segera merealisasikan dengan optimal terkait penegakan kedua perda tersebut. Karena hingga saat ini Ia memandang pemda belum mengambil langkah apapun terkait permasalahan ini. 

"Kami berharap pemda lebih tegas dalam menegakkan perda ini. Jangan sampai terjadi hal yang bisa menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi di Garut dan Sumedang beberapa waktu lalu. Kami meminta pemda untuk mengkaji ulang perda miras dan K3. Bahkan, kami berharap agar Kab. Bandung Barat terbebas dari peredaran minuman keras seutuhnya," tegas Ade dihadapan Bupati Bandung Barat, H. Abubakar.

Bahkan, saat ini pihak FPI tengah memerintahkan para laskarnya untuk melakukan investigasi secara mendalam terkait berbagai kasus dan peredaran miras di Kab. Bandung Barat agar bisa segera dicari solusi terbaik terkait pencegahan serta pembatasan peredaran miras untuk kemudian ditindaklanjuti secara terpadu dengan pemda melalui dinas terkait.

Karena berdasarkan hasil laporan dari sweeping yang dilakukan para laskarnya disalah satu kecamatan telah berhasi dirampas ratusan botol minuman keras dari berbagai warung jamu serta toko yang menjual miras secara terselubung.

"Dengan tegas kami meminta Bupati untuk mengkaji ulang perda miras agar tidak hanya sebatas perijinan semata tetapi harus ada ketegasan hingga adanya pencegahan mirs di Kab. Bandung Barat. Dan kami siaap mendukung dan memberikan tenaga jika Bupati berani melakukan evaluasi dan pengkajian ulang hingga diberlakukannya pelarangan miras di KBB," terangnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar memberikan apresiasi positif terhadap aspirasi yang disampaikan FPI KBB sebagai salah satu bagian dari suara masyarakat. Ia berjanji akan menindaklanjuti permasalhan ini sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami akan mencoba menggali berbagai potensi terkait permasalahan ini. Namun untuk melakukan pengkajian ulang terkait sebuah perda tidak bisa dilakukan hanya oleh pemda saja, tetapi harus dibahas bersama dengan para anggota legislatif, sehingga bisa didapatkan hasil dan solusi terbaik," ungkapnya.

Jika sudah dilakukan pembahasan bersama, Abubakar menegaskan akan segera melakukan langkah berikutnya sesuai regulasi dan kaidah yang berlaku setelah. Tersosialisasikan dengan baik agar tidak terjadi benturan dengan pihak-pihak yang terlibat didalamnya pada implementasinya kelak.

Bahkan, Abubakar mengaku akan mempertajam berbagai regulasi yang ada agar bisa melakukan tindak lanjut yang lebih baik terkait suatu permasalahan. 

"Mengenai berbagai permasalahan yang terjadi merupakan bentuk dari kekurangan sistem dan lingkungan. Oleh karena itu, saya meminta dinas dan aparat terkait untuk lebih kreatif dalam menginisiasi berbagai program. Sehingga terjadi kesinambungan antara pemda dan masyarakat," tutupnya. (**

26 December 2014

Bantuan Korban Bencana Alam

Jalaurberita.com - Sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana alam, Pemerintah Daerah Kab. Bandung Barat memberikan bantuan yang merupakan stimulan kepada 251 kepala keluarga yang menjadi korban berbagai bencana alam termasuk musibah kebakaran yang terjadi periode April-November 2014, di Gedung Utama Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah Kab. Bandung Barat, Selasa (23/12) siang. 

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menyatakan bahwa bantuan yang diberikan hanya berupa stimulan sebagai bentuk kepedullian dan tanggung jawab pemda dalam turut merasakan beban dan derita par korban bencana. Abubakar menjelaskan bahwa mayoritas musibah dan bencana yang terjadi periode April-November adalah kebakaran yang sebetulnya tidak termasuk dalam kategori bencana alam, melainkan hanya sebuah musibah akibat kecerobohan dan keteledoran manusia. 

"Walaupun tidak termasuk dalam kategori bencana alam, tapi kami tetap memberi apresiasi dan bantuan pada musibah yng terjadi sekecil apapun sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian serta support kami kepada masyarakat agar tidak patah semangat dalam menghadapi masa depan," tuturnya. 

Mengenai tanggap darurat bencana, Abubakar menuturkan bahwa pemda menyipkan dana "On Call" yang bisa digunakan kapan saja ketika terjdi bencana alam sebesar Rp. 7,5 M dan bisa digunakan lintas dinas tergantung permsalahan yang terjadi dilapangan. 

"Hingga saat ini, dana "On Call" tersebut masih tersisa sekitar Rp. 1,2 M dan dana tersebut masih bisa ditambah jika memang terjadi bencana alam yang membutuhkan dana lebih besar," katanya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung Barat, Drs. Ronny Rudyana memparkan bahwa Pemda memberikn bantuan kepada 251 kepala keluarga yang tempt tinggalnya mengalami kerusakan baik rusak berat, sedang dan ringan, termasuk 7 orang korban meninggal dunia dan 1 orang yang mengalami kecacatan. 

"Total bantuan yang kami salurkan kali ini sebesar Rp. 582.500.000,- untuk 251 KK. Untuk 213 rumah yang mengalami rusak berat masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp. 2,5 juta, rusak sedang Rp. 1,5 Juta, rusak ringan Rp. 1Juta, meninggal dunia 2 Juta dan cacat Rp. 1 Juta. Ditambah bantuan beras dari Kantor Ketahanan Pangan sebanyak 14,2 ton atau sekitar 16,8 kg/jiwa dari cadangan beras pemerintah," ungkapnya. 

Mengenai potensi bencana yang akan terjadi, Ronny meminta seluruh masyarakat dan aparat kewilayahan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi msyarakat yang tinggal disekitar lereng pegunungan yng berpotensi untuk terjadinya longsor atau bencana alam lainnya. Pasalnya, diprediksi curah hujan akn mengalami puncaknya pada Januari tahun depan 

"Hal tersebut sebgai upaya preventif untuk menghindari jatuhnya korban jiwa serta korban materil dan non materil lainnya," tutupnya. (**)

Bupati inspeksi ke Pasar Tagog Padalarang

Jalurberita.com - Ingin mengetahui harga berbagai bahan kebutuhan pokok menjelang. Hari Raya Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, Selasa (23/12) siang, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar sengaja melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tagog Padalarang sebagai langkah preventif menghadapi kemungkinan kenaikan harga yang akan terjadi

"Setelah saya bersilaturahmi dengan para pedagang dan pembeli ternyata sudah ada beberpa bahn kebutuhan pokok yang sudah menglami kenaikan harga, seperti daging ayam dan telur ayam masing-masing seribu rupiah," tutur Abubakar. 

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dianggap wajar. Pasalnya, menjelang berbagai hari raya termasuk Natal, dipastikan harga bahan kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan mengingat meningkatnya permintaan pasar. 

Meskipun demikian, Abubakar mengaku tidak khawatir, karena berdasarkan pantauan yang dilakukannya, baik pedagang maupun pembeli masih bisa menerima kenaikan harga tersebut. Sehingga, Ia meyakini tidak akan ada gejolak dari masyarakat terkait kenaikan harga beberapa bahan kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru. 

"Saya rasa, kondisi para pedagang dan pembeli sangat luar biasa karena mampu menerima kondisi yang ada. Tapi, pemda tetap harus bisa menganalisis berbagai sumber permsalhan yang akan muncul gar bisa segera diketahui solusi terbik untuk memecahkannya," pungkasnya. (**)

Artikel Yang Berhubungan

========================================================== ========================================================== # REDAKSI # Diterbitkan Berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan/Pemimpin Redaksi: Atet Hendrawan Sekretaris Perusahaan/Sekretaris Redaksi: Rinawati ,S.Pd Alamat Redaksi: Lembang Kab.Bandung Barat, Gabung menjadi Wartawan e-mail: Jalurberita@gmail.com, Telp.085220145220 DONASI melalui : # bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan No.Rek: 0887 01 026709 537

Jasa Undangan Murah

Pertemanan

Teman-Blog

Donasi

bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan
No.Rek: 0887 01 026709 537

Share It

Jasa Pembuatan Skripsi, Makalah,Majalah Digital Polri, TNI, PNS, Mahasiswa yang berisikan tentang perkap kapolri diantaranya lalu lintas, Polmas atau polisi sipil, kemitraan Polri dan masyarakat, intelejen Polri, manajemen Polri, kemitran preman dan Polri, Logo Partai NasDem
peran polri dalam penanganan konflik, peran polri dalam konflik sosial, peran polri dalam pemberantasan terorisme, peran dpr dalam kedaulatan rakyat, peran dpr dalam sistem pemerintahan indonesia, harapan polri terhadap masyarakat, harapan terhadap polri