DONASI pulsa ke 085220145220 anda berhak mendapatkan Kumpulan Skripsi # Polri # PNS Kumpulan Skripsi Polri,Pns Pree Majalah Digital

20 October 2014

Setda Tingkatkan Kualitas SDM Aparat

Jalurberita.com - Dalam melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada Visi Cerdas, Rasional, Maju, Agamis dan Sehat yang menjadi cita-cita Kab. Bandung Barat, yang menjadi subyek utama adalah membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Termasuk kualitas SDM aparatur mupun kualitas masyarakat, sehingga berbagai upaya dalam menjadikan hari esok yang lebih baik dari hari ini bisa terwujud seperti yang telah direncanakan.

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, akhir pekan lalu Pemerintah Kab. Bandung Barat melakukan pembinaan terhadap 115 pegawai esselon 2, 3, 4 dan jajaran staf di Lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Bandung Barat yang dikemas dalam Diklat Teknis Fungsional dan Kepemimpinan sebagai Pembinaan dan pengembangan aparatur dengan tema "Achieving In Harmony" untuk mencapai sebuah tujuan dalam keharmonisan.

Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Kab. Bandung Barat, Drs. Maman S. Sunjaya, M.Si, pembinaan aparatur merupakan hal yang wajib dilakukan agar terlahir SDM aparat yang lebih berkualitas, terutama di Lingkup Setda sebagai corong utama dalam menterjemahkan visi kepala daerah untuk kembali dikomuniksikan serta dikoordinasikan dengan seluruh dinas dan instansi yang berada dalam pemerintahan daerah.

"Sebenarnya temen-teman di setda mempunyai potensi untuk bisa lebih baik dan lebih maju lagi dalam melaksanakan tugas. Dan kini sinergitas diantara para aparat makin terlihat jelas krn mampu bekerjasama dan komunikasi yang lebih baik dalam pecahkan berbagai permasalahan yang akan dihadapi," ujar Maman ketika menutup Diklat Teknis Fungsional dan Kepemimpinan dalam Pembinaan dan Pengembngan Aparatur Lingkup Setda Kab. Bandung Barat di Lembang, Sabtu (18/10) malam.

Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setda Kab. Bandung Barat H. Deni Mulyana Syukur, S.Pd dalam laporannya menegaskan bahwa untuk menjlankn roda pemerintahan diperlukan aparat yg profesional n handal sebagai motor penggerak pembangunan dan pelayanan kepada msyarakat agar dapat mewujudkan berbagai rencana dan cita-cita yang telah ditentukan.

"Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk membentuk aparat agar dapat menterjemahkan dan mewujudkan Visi Cermat, meningkatkan komunikasi yang lebih efektif, membangun empati sesama pegawai dan meningkatkan pemahaman terhadap karakter kerja," tegasnya.

Selain itu, Deni menjelaskan bahwa pembinaan aparatur ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan sensitifitas aparat serta meningkatkan koordinasi guna mencapai target kinerja dalam sebuah keharmonisan khususnya di lingkup Setda Kab. Bandung Barat. Dengan demikian, seluruh harapan dan cita-cita yang terkandung dalam Visi Cermat bisa tercapai sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menuturkan bahwa peran Setda sebagai. Sebuah orgnisasi dalam pemerintahan sangatlah vital karena harus bisa menterjemahkan dan menyalurkan berbagai keinginan serta pemikiran seorang kepala daerah yang terkandung dalam visi dan misi yang telah direncanakan untuk dikoordinasikan dan dikomunikasikan lebih lanjut dengan dinas serta instansi terkait lainnya. "Pasalnya, saat ini tuntutuan masyarakat kepada aparat pemerintahan semakin tinggi dan homogen. Dan sudah menjadi tugas serta kewajiban kita para aparat untuk menjawabnya, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Abubakar.

Ia mengungkapkan bahwa aparatur pemerintah harus bisa bertindak sebagai representasi kepala daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa mengesampingkan pertanggungjawaban yang jelas berupa sebuah dokumen.Dengan demikian, terwujudnya sinergisitas yang efektif dan efisien menjadi hal yg mutlak wajib dimiliki dalam menjalankan tugas roda pemerintahan. 

09 October 2014

Peluang Usaha Semut Rangrang

Jalurberita.com - Pernah melihat semut berwarna merah yang agresif ini? Ya, inilah Semut Rangrang, atau Weaver Ant atau Green Ant, dengan nama ilmiahnya, Oecophylla smaragdina. Semut ini adalah penghasil kroto,Istilah yang diberikan oleh orang jawa untuk campuran campuran telur,larva dan pupa nya. Beberapa pengalaman di masyarakat juga membuktikan bahwa semut ini dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.
Pada umumnya, koloni semut rangrang dimulai oleh seekor betina yang sudah dikawini (haplometrosis), atau sekelompok betina yang sudah dikawini (pleometrosis).


Morfologi Semut Rangrang
Tubuh semut terbagi atas tiga bagian, yakni kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Zat Feromon Untuk Navigasi Semut
Zat kimia Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan.
Semut rangrang (Oecophylla) termasuk serangga dalam ordo Hymenoptera, family Formicidae. Terdapat dua spesies semut rangrang yaitu O. smaragdina yang tersebar di India, Asia Tenggara sampai Australia dan O. longinoda yang tersebar di benua Afrika (Holldobler & Wilson, 1990). Oecophylla dicirikan dengan ukuran tubuh yang besar memanjang, berwarna cokelat kemerahan atau hijau, dan tidak memiliki sengat tapi memiliki taring yang tajam jika merasa daerahnya terganggu maka apapun yang mendekat akan digigit menggunakan taringnya. Semut ini merupakan serangga sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang disebut koloni. KoloniOecophylla terdiri atas kasta reproduktif dan nonreproduktif. Ratu dan betina ( pekerja ) merupakan anggota kasta reproduktif. Ratu Bersayap berukuran 15-16 mm,Umur ratu bisa mencapai 10 tahun keatas,Betina ( pekerja ) tidak bersayap dan berukuran 5 mm. umur betina bisa mencapai 5-10 tahun,Kasta nonreproduktif semut jantan bersayap warna hitam berukuran 8-10 mm, Panjang umur 1-2 tahun.
Cara Perkembangbiakan semut rangrang
Berkembang biak merupakan cara koloni semut rangrang untuk mempertahankan keturunannya.Cara perkembangbiakan semut rangrang dimedia, diawal-awal semut akan menentukan media yang cocok untuk membuat sarang setelah koloni merasa cocok dengan tempat atau media maka semut akan bertelur dan menaruh telur dimedia dan perlahan lahan semut menyeret telur-telur tadi sehinggah menjadi jaring-jaring putih seperti jaring laba-laba untuk menutup media Semut Rangrang dikenal pula sebagai semut penganyam, karena cara mereka membuat sarang seperti orang membuat anyaman. yang dilekukkan dan dikaitkan bersama-sama membentuk ruang-ruang yang rumit dan menyerupai kemah. Telur itu mereka tarik ke suatu arah, lalu dihubungkan dengan benang-benang halus yang diambil dari larva mereka sendiri. Para pekerja bergerak bolak-balik dari satu arah kearah lainnya membentuk anyaman.
Sebagi tempat perlindungan serta tempat tinggalnya.jika semut merasa terganggu dan tidak betah dengan tempat tinggal yang baru dibuat tadi maka semut akan merusak sarang tersebut serta meningalkannya kemudian koloni akan mencari tempat tinggal baru dan memulai proses pembuatan sarang seperti diawal.jadi jika media yang kita siapkan tdk disukai atau tidak cocok dengan karakter koloni maka bisa dipastikan akan gagal dalam dalam berbudidaya semut rangrang, dikarenakan koloni tidak akan berproduksi secara maksimal karena telur  yang dihasilkan hanya akan dihabiskan  untuk membuat sarang saja tanpa melalui tahapan ke pupa dan imago ( semut Muda ).
Tahap pertumbuhan semut sendiri dimulai dari telur menjadi larva ke pupa,kemudian ia menjadi Imago  Semut betina semut pekerja menjadi calon ratu dan pejantan,(Ratu akan muncul dengan sendirinya dari ratusan hingga ribuan telur yang dihasilkan ) bentuk larva semut muda sangat berbeda dengan semut dewasa atau induknya. Larvanya mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap. Semut betina meletakkan telur di dalam sarangnya. Telur itu sangat kecil dan berbentuk elips, berukuran kira-kira 0.5 mm x 1 mm.Telur menetas menjadi larva Setelah 5 hari, dan berukuran 5-10 kali lebih besar. Bentuk larva dan telur sangat mirip, yaitu menyerupai ulat. Telur dan larva hanya dapat dibedakan dengan kaca pembesar,umur larva 8 hari, Pada larva sudah terbentuk mata dan mulut sedangkan pada telur kedua organ itu belum ada. Larva calon ratu berkembang dengan baik karena diberi makan secara khusus dan rutin oleh semut pekerja yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhannya, larva mengalami beberapa kali ganti kulit, seperti ular. Setelah beberapa kali ganti kulit, maka larva berkembang menjadi pupa. Pupa menyerupai semut dewasa karena sudah mempunyai kaki, mata, mulut dan sayap,Sayap hanya terbentuk pada semut jantan dan ratu semut tetapi warnanya masih putih dan tidak aktif umur pupa 7 hari . Selanjutnya, pupa akan menjadi semut dewasa yang berubah warna sesuai dengan kastanya ,keseluruhan siklus dari telur sampai menjadi imago pada semut rangrang adalah 20 hari setelah peletakan telur.
Potensi Sektor Penjualan
Pada umumnya,sebagaian besar permintaan kroto ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pakan burung berkicau baik di kota-kota besar ataupun didaerah,apalagi akhir-akhir ini jumlah komunitas para penghobis burung berkicauan dan mancing mania semakin besar serta event-event kejuaran burung berkicau juga semakin gencar diadakan maka kroto sebagai supplement dan nutrisi tambahan makanan burung berkicau agar rajin berkicau semakin diburu secara otomatis permintaan akan komoditas yang satu ini semakin besar.
Namun sektor pengolahan lanjutan membawa angin segar bagi para petani.Pasalnya,selama ini kroto segar tidak bertahan lama petani sering kebingunan untuk memasarkan kroto dalam waktu cepat sebelum kroto membusuk dan tidak layak konsumsi untuk burung,karena kroto segar hanya bertahan 1 hari ,serta belum ditemukan metode pengawetan kroto yang efektif tetapi kini petani tidak perlu bingung dan repot-repot karena Banyak perusahan-perusahaan makanan burung yang menerima kroto dalam jumlah besar untuk diformulasikan menjadi makanan burung jadi pabrikan salah satunya pabrik makanan burung  ( Bird Food ) yang berada di jalanan margo mulyo tandes Surabaya jawa timur.
Menurut “Raymond” GM ( General Manager ) PT Sun Bird Food  ,”Permintaan kroto untuk bahan produksi  baku makanan burung berbentuk pellet sekitar 40 %.Dengan cara budidaya yang bagus maka kroto akan lebih bersih dan telur lebih besar dan petani bisa mencukupi kebutuhan kami” ,jadi teknik budidaya harus diperbaiki.dari semula hanya mengandalkan perburuan dialam harus beralih ke cara modern dengan perilaku perawatan yang tepat.
Berikut beberapa factor penunjang perkembangan investasi budidaya semut rangrang penghasil ( kroto ).
  • Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk produksi telor semut rangrang ( kroto ),pasalnya potensi pasar akan  kebutuhan ( kroto ) cenderung terus meningkat.
  • Kroto merupakan makanan tambahan yang sangat wajib diberikan untuk burung kicauan.
  • Permintaan kroto dari para pelaku Usaha industri pakan burung berbahan dasar kroto juga sangat tinggi.
  • Iklim di Indonesia sangat cocok untuk perkembangan populasi semut rangrang
  • Terbukanya peluang usaha produk inovasi yang bersumber dari telur semut rangrang (kroto) seperti aneka makanan burung ( pellet ) bermerek ( branded ) dengan aneka keunggulan. 
Mitra Semut Rangrang Harga Pertoples 50.000,-
Alamat : Komplek Balitsa n-27 Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat
085220145220

06 October 2014

KBU Makin Semrawut

Jalurberita.com - Maraknya bangunan tidak berizin di Kawasan Bandung Utara (KBU) menunjukkan ketidakmampuan pemerintah mengambil tindakan tegas alias mandul. Tidak tegasnya sikap pemerintah dimanfaatkan segelintir pengusaha dengan membangun tempat usaha tanpa mengantongi izin. Seperti hotel, kafe, tempat rekreasi, dan rumah makan. Kondisi ini semakin menambah kesemrawutan KBU. contoh paling terbaru pembongaran bangunan di sekitar punclut yang hanya "gertak sambal" 

Sebetulnya aturan hukumn yang mengatur sudah jelas dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Noomor 1 Tahun 2008 tentang Pengendalian KBU, jadi apa lagi yang harus ditunggu pemerintah untuk menertibkan bangunan tak berizin. Jangan sampai dibiar­kan dan pada akhirnya yang salah menjadi benar karena ada pembenaran secara "opini" sehinga makin menyulitkan ruang gerak dalam menertibkan bangunan tak berizin,” kata pengiat LSM Kabupaten Bandung Barat Atet Hendrawan, baru-baru ni di temui di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Ditegaskannya, bangunan tidak berizin Seperti hotel, kafe, tempat rekreasi, dan rumah makan masuk kategori bangunan liar. Karena itu, pemerintah jangan ragu mengambil tindakan tegas berupa pembongkaran. “Selama pemerintah tidak berani bertindak, lama-lama KBU akan kehilangan jati dirinya sebagai daerah hijau dan berubah menjadi hutan beton. Generasi sekarang mungkin tidak akan merasakan dampak dari alih fungsi lahan, tapi anak cucu kitalah yang terkena imbasnya,” katanya.

Menurut A'Hendra, tindakan tegas bisa menimbulkan efek jera bagi yang coba-coba mendirikan bangunan tanpa izin di KBU. Hingga sekarang masih ada yang beranggapan cukup mengantongi izin operasional sudah bisa mendirikan bangunan. Bangunan tidak berizin itu di antaranya berdiri di atas tanah milik pribadi atau milik negara. lanjutnya Langkah politis juga perlu digulirkan anggota dewan yang baru dilantik. Pe­ran dewan sangat vital dalam membantu menyelamatkan KBU dari perusakan lingkung­an,” ujarnya.

Keseriusan pemerintah kabupaten bandung barat harus di perlihatkan kepada masyarakat minimal dengan mempuklikasikannya mana-mana saja hotel, kafe, tempat rekreasi, dan rumah makan yang belum sesuai dengan perizinan yang ada di kabupaten bandung barat sehingga masyarakat dapat pula memberikan tekanan kepada perusahaan yang nakal terbut.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) KBB, Anugrah tak memungkiri puluhan ba­ngunan di Jalan Raya Lembang mulai dari perbatasan Kota Bandung sampai Jalan Raya Tang­kubanparahu yang berba­tas­an dengan Kab. Su­bang, di­per­kirakan belum me­ngantongi perizinan. Baik restoran, hotel, sampai tempat rekreasi. Puluhan tempat usaha yang belum mengantongi izin ini di antaranya tempat wisata yang namanya sudah masuk destinasi wisata ternama.

“Teguran sudah tak terhitung. Hanya sedikit dari mereka yang pada akhirnya mengurus per­izinan, selebihnya tidak menunjukkan keseriusan,” katanya.Anugrah tadinya berharap cukup dengan teguran dapat menyadarkan para pemilik tempat usaha untuk segera menyelesaikan perizinan. Sehingga tidak perlu sampai mengambil tindakan keras dengan membongkar bangunan.“Teguran ini sebenarnya pengingat kepada pemilik tempat usaha bahwa ada perizinan yang masih perlu dilengkapi,” imbuhnya.

500 Kambing dan 25 Sapi di sebar Pemkab

Jalurberita.com -Pada peringatah Hari Raya Iedul Adha tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyebar 500 ekor kambing dan 25 ekor sapi sebagi hewan kurban yang merupakan titipan dari para kaum agnia di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dititip pada Dewan Keluarga Masjid (DKM), Pondok Pesantren, dan Madrasah serta panitia penyelenggara penyelenggarahewan kurban yang tersebar diseluruh kecamatan.


Secara simbolis, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menyerahkan salah satu hewan kurban kepada perwakilan warga di Komplek Pusat Perkantoran Kab. Bandung Barat, Minggu (5/10) pagi."Jumlah tersebut mengalami penambahan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, kami menyebarkan 350 ekor kambing dan 23 ekor sapi yang seluruhnya merupakan titipan dari para agnia yang berada di setiap SKPD Pemerintah Kab. Bandung Barat," terang Abubakar.

Selain menyebarkan hewan kurban titipan dari para agnia disetiap SKPD, Pemda juga menerima titipan dr beberapa perusahaan dan BUMN/ BUMD yang ada disekitar, seperti Bank Jabar Banten (BJB) dan PLN Upper Cisokan.

Pada sambutannya, Abubakar juga menegaskan bahwa saat ini pemerintah yang berada dibawah pimpinanny itu tengah melaksanakan pembangunan gedung perkantoran tahap ke 3 dan melanjutkan pembangunan masjid agung KBB yang sempat terhenti beberapa waktu seraya berharap dapat digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan termasuk perayaan sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha tahun depan.

"Selain pembangunan infrastruktur, kami juga fokus pada pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal utama pembangunan dengan seluruh dinamika dan persoalannya yang merupakan tugas bersama serta harus dipikirkan, dikerjakan dan dipertanggung jawabkan bersama pula," tutupnya. 

Dengan Momentum Idul Adha Tingkatkan Kualitas SDM

Jalurberita.com -Selain sebagai pelajaran moral untuk mengunggah kesadaran dansolidaritas kemanusiaan terhadap sesama, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar berharap momentum Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 bisa dijadikan sebagai tolak ukur meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan generasi Cerdas, Rasional, Maju, Agamis dan Sehat 
(CERMAT).


Guna mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kab. Bandung Barat telah berupaya dan akan terus mendorong  peningkatan pembangunan di bidang keagamaan dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran melalui peningkatan sarana prasarana keagamaan.

“Saya berharap melalui momentum Idul Adha kali ini bukan saja sebagai penggugah kesadaran dan solidaritas terhadap sesame, tetapi juga harus dijadikan momentum  dalam meningkatkan kualitas SDM dan generasi yang lebih berkualitas serta berakhlakul karimah dengan meningkatkan kualitas sarana prasarana keagamaan yang dibutuhkan,” ucap Abubakar ketika memberikan sambutan pada Peringatan Hari Raya Idul Adha Tingkat Kab. Bandung Barat di Komplek Pusat Perkantoran Kab. Bandung Barat, Minggu (5/10) pagi tadi.

Karena menurutnya, segala bentuk pembangunan yang dilakukan beserta seluruh dinamika serta persoalannya merupakan tugas bersama yang harus dipikirkan, dikerjakan dan dipertanggung jawabkan bersama.

Dan dalam meningkatkan kualitas SDM dan generasi muda sebagai bentuk pembangunan mental spiritual Abubakar menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait, sepertiKantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Ormas Islam, Lembaga Dakwah serta pondok pesantren dan tokoh masyarakat.

03 October 2014

Abubakar Kritisi Cara Berpakaian PNS KBB

Jalurberita.com - Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kab. Bandung Barat, Selasa (1/10) lalu, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar mengkritisi cara berpakaian para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilainya tidak memiliki keseragaman terutama para perempuan yang menggunakan kerudung yang berbeda-beda warnanya.

Abubakar mengatakan bahwa tingkat kedisiplinan para PNS dilingkup Pemda Kab. Bandung Barat sedikit demi sedikit terus mengalami peningkatan, hanya saja cara berpakaiannya tidak memiliki keseragaman. "Saya rasa akan jauh lebih pantas jika ada keseragaman cara berpakaian para PNS baik dalam penggunaan kerudung bagi para perempuan dan peci bagi para laki-laki. Sebab, kerapihan dan keseragaman dalam berpakaian bisa dijadikan sebuah cerminan kesiapan dan keseriusan aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat," ujar Abubakar.

Dan mengenai penggunaan peci bagi laki-laki, Ia menjelaskan bahwa penggunaannya tidak selalu identik dengan identitas seorang muslim saja, tetapi juga sebagai simbol dan identitas ke-Indonesia-an  sebagai ciri khas masyarakat Indonesia yang sopan dan rapih dlam berpakain.

Jadi, dengan melihat cara berpakaian yang seragam dan rapih, dapat dipastikan tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat pemerintah akan terus meningkat, terlebih jika diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta merubah paradigma aparat sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani masyarakat seperti yang telah tertanam dimasa lalu.

"Saya meminta Badan Kepegawaian dan Asisten Administrasi Umum untuk mulai mensosialisasikan keseragaman dalam berpakaian bagi para PNS mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, sehingga tidak ada perbedaan dalam berpenampilan. Baik itu PNS laki-laki maupun perempuan," ucapnya seraya memberikan penegasan dan penekanan untuk segera ditindaklanjuti. Untuk lebih memicu tingkat kedisiplinan dilingkup Pemda KBB, Abubakar memerintahkan agar diadakan lomba kedisiplinan bagi para pegawai pada peringatan HUT KBB ke-8 tahun 2015 nanti sebagai bentuk keseriusan dalam menegakkan kedisiplinan disamping memberikan reward dan punishment bagi pegawai. 

PERSONEL POLRI COMMUNITY POLICING

Jalurberita.com - Secara  normatif,  hubungan  antara  Polisi  dan  masyarakat  dapat  di lihat  dari  fungsi Kepolisian,  yang  menyatakan  bahwa,  salah  satu  fungsi  pemerintahan negara  di  bidang pemeliharaan  keamanan  dan  ketertiban  masyarakat,  penegakkan hukum,  perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (pasal 2UU No. 2 tahun 2002). Polisi dan masyarakat adalah dua subyek sekaligus obyek yang tak mungkin dipisahkan. Polisi lahir karena  adanya  masyarakat,  masyarakat  membutuhkan  kehadiran Polisi,  guna  menjaga ketertiban,  keamanan  dan  keteraturan  masyarakat  itu sendiri.   Itulah  tinjauan  teoritis tentang keberadaan Polisi sampai dengan lahirnya kajian tentang Kepolisian yang modern hingga  saat  ini.    Dalam  konteks  operasional  bidang  Kamtibmas tugas  Kepolisian  akan berhasil bila terdapat partisipasi masyarakat.  Situasi Kamtibmas di suatu negara sangat di pengaruhi oleh partisipasi masyarakatnya. Sejak lama partisipasi masyarakat telah dirasakan sebagai  salah  satu  faktor  penting  dalam  menciptakan stabilitas  sosial  yang  mantap  dan dinamis. 


Realitas  tersebut  selaras  dengan  pendapat  Alfin Toffler dengan  teorinya  yang terkenal “the third wave gelombang ketiga) yang mengatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan  kekuatan  dasar  yang  perlu  di tangani  dan  di  kelola  secara  cermat  dan baik. Karena itu  tidak  mengherankan  kalau  banyak  orang   termasuk pejabat  tinggi Kepolisian secara  tegas  mengakui  bahwa  tanpa  partisipasi  masyarakat,  tugas-tugas Polisi  tidak  akan efisien betapapun canggihnya sarana pendukung, bagaimana tingkat keterampilan personel dan berapapun besar dana operasi Kepolisian. 

Kendati  demikian  perlu  di  ketahui,  bahwa  partisipasi  masyarakat  tidak bisa diharapkan  tumbuh  dengan  sendirinya  tanpa  pembinaan atau  rangsangan  yang  tepat dan wajar.   Partisipasi  juga  tidak  akan  dapat  ditumbuhkan  hanya  lewat  perincian tugas-tugas Kepolisian  serta  slogan-slogan  abstrak  yang  tidak  dapat  dirasakan  oleh warga  masyarakat. Partisipasi hanya mungkin dapat lahir dari hubunganyang dialogis, hubungan yang akrab dan harmonis antara Kepolisian dengan masyarakatnya. Lebih  dari itu,  pihak  Polisi  dituntut  dapat  menampilkan  tindakan-tindakan  yang dapat merangsang simpati  masyarakat,  dalam  hal  ini  Polisi,  seperti  yang  disebut  John Sulivan dalam bukunya “Introduction to Police Silence”, harus mampu berbakti pada umat manusia dengan berusaha  melindungi  jiwa  dan  harta  benda,  orang  yang  lemah  terhadap intimidasi dan  orang  yang  cinta  damai  terhadap  kekerasan  dan  kekacauan,  menghormati hak-hak azasi semua orang atas kemerdekaan, persamaan dan keadilan. 

Polisi juga harus mampu memelihara kehidupan pribadi sebagai teladan bagi semua orang,  memelihara  ketenangan  dan  keberanian  dalam  menghadapi  bahaya,  cemooh  atau ejekan, mengembangkan kemampuan pengekangan diri dan selalu ingat akan kesejahteraan orang lain. Dan yang lebih penting adalah tidak akan bertindak secara tidak resmi. Dan 
tanpa  kompromi  terhadap  pengejaran  penjahat  yang  tiada  hentinya,  menegakkan hukum dengan  tanpa  rasa  takut  atau  pandang  bulu,  tidak  akan  menggunakan kekerasan  atau paksaan yang perlu. Penampilan  Polisi  dalam  aktivitas  sehari-hari seperti inilah  yang  kemudian menentukan  peranannya  di  tanggapi  masyarakat  apakah sebagai penegak  hukum  ataukah perongrong  hukum,  pencipta  ketertiban,  pelayan  ataukah majikan,  pengayom  ataukah penindas dan pelindung ataukah pemeras. 

Gagasan  Le Contact social  yang dibidani oleh JJ rousseau  (tokoh  paedagoge  Perancis) menunjukkan  betapa  eratnya  hubungan  antara masyarakat dengan Polisi. Sehingga tidak heran kalau masyarakat senantiasa mengharapkan agar  Polisi  mampu  mewujudkan  kondisi aman  yang  berlingkup  situasi  tata  tentram  kerta raharja, mengharapkan pelayanan yang responsif, simpatik dan dapat menjangkau seluruh pelaku kejahatan tanpa pilih bulu. 

Harapan  masyarakat  tidak  berhenti  sampai  disitu,  nyaris  tidak  ada  batas  harapan dialamatkan ke pundak Polisi. Inilah yang membuatPolisi itu menjadi sosok yang unik dan selalu  menjadi  bahan  sorotan.   Sehingga  tak  heran  kalau  banyak  warga  masyarakat melontarkan   cacian,  ejekan  bahkan  ada  yang  tega  menganiaya  Polisi  yang  bertugas di lapangan bila mereka gagal menyelesaikan tugas-tugas padahal sikap seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Bukankah persoalan kamtibmasbersumber dari masyarakat itu sendiri, dan  bukankan  masyarakat  juga  yang  sering  berperan  membantu  penjahat untuk  bereaksi dengan  cara  membiarkan  mereka  atau  bahkan  memberi  informasi palsu pada  Polisi  agar penjahat tidak tertangkap. 

Hubungan yang erat antara Polisi dan masyarakat membuat bukan hanya masyarakat yang menaruh harapan pada Polisi. Polisipun menaruh harapan yang begitu besar akan ketaatan warga  masyarakat  terhadap  hukum,  sebab  dengan  ketaatan  itu  tugas  Polisi  akan mudah  dan  efektif.   Polisi  juga  mengharapkan  masyarakat  menjunjung  tinggi disiplin. Sebab disiplin merupakan syarat pokok untuk membinastabilitas yang mantap dan dinamis.Pepatah Romawi Kuno berkata “Ubo Ardo Devcit Nula Virtus Sifficit”  yang berarti bahwa manusia  tidak  akan  mempunyai  mutu  apa-apa  bila  tidak  mempunyai  tata tertib.  Dan manusia  tidak  akan  mempunyai  tata  tertib   jika  tidak  memiliki  disiplin.  Sebab  disiplin adalah cara bertindak menurut pedoman atau petunjukyang telah digariskan. 

Dalam  menegakan  hukum,  Polisi   dituntut  untuk  bersikap  searif  mungkin. Mungkin  harus  menyadari   bahwa  sebagian  besar  warga masyarakat  adalah  insan-insan yang patuh pada hukum dan mendukung usaha-usaha pemeliharaan. Memang, sejak lahir manusia sudah memiliki harapan dan naluri untuk hidup secara baik dan teratur. Seperti 
yang dikatakan Rousseau, manusia itu pada dasarnyabaik. Mereka berubah menjadi tidak baik adalah karena pengaruh lingkungan dan pendidikan yang diterimanya. 

Pengaruh lingkungan dan pendidikan menuntut manusia menerapkan aturan-aturan agar tidak terjadi pertentangan akibat berbagai perbedaan pendapat mengenai keteraturanketeraturan  dan  kedisiplinan  itu.Patokan-patokan  tersebut  adalah  pedoman untuk berperilaku   secara  pantas,  yang  sebenarnya  merupakan  suatu  pandangan menilai yang sekaligus  merupakan  suatu  harapan.Dalam  mewujudkan  harapan-harapan  diatas itulah Polisi dituntut agar mampu membeda-bedakan cara bertindak terhadap pelaku kejahatan yang kronis, kambuh dan warga yang pada hakekatnya patuh kepada hukum dan sadar akan arti penting peraturan maupun ketertiban. 

Polisi  senantiasa   dihadapkan  pada  persoalan  yang  dilematis,  kapan  harus  lebih mengutamakan  hukum,  dan  kapan  harus  lebih  mengutamakan  ketertiban.  Dalam menangani  masalah  tertentu,  Polisi  bahkan  dituntut  untuk  memutuskan  tindakannya secepat  mungkin  tanpa  sempat  meminta  nasihat  atau  pertimbangan  dari  pihak atasasn. Inilah salah satu dilema yang dihadapi Polisi yangbertugas di lapangan. Padahal, Polisi ini manusia biasa yang tidak lepas dari kehilapan  dan kesalahan. Polisi juga menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan jumlah personel, sarana dan prasarana, serta masalah intern  personel.  Berdasarkan  hal  itulah   banyak   orang  yakin  kejahatan tidak  akan  dapat dihapuskan  dari  muka  bumi.  Dan  memang,  kejahatan  telah  menjadi patologi  sosial. Sehingga  tidak  heran  kalau  Hans  Gross,  pakar  Kepolisisan  Australia mengatakan  bahwa bentuk kejahatan sangat bervariasi dan akan terus berkembang mengiringi peradaban dunia (Mangandar S. 1995). 

Walau  demikian,  hal  itu  bukan  berarti  bahwa   kejahatan  tidak  bisa  ditekan  dan dikedalikan oleh umat manusia sebab pelakunyapun adalah manusia. Hanya saja, kita perlu menciptakan  suatu  landasan  partisipasi  yang  dimulai dari  pihak  Kepolisian  itu  sendiri. Kenapa  harus  dimulai  dari  pihak  Kepolisian  ?  pertimbangan  ini  didasarkan  pada realita dimana terdapat heterogenitas dan pluralisme dalam berpikir, bertindak, kebiasaan maupun nilai-nilai sosial masyarakat. dengan demikian, akan lebih efektif bila dimulai dari organ Polisi itu sendiri. Maka dengan cara mengangkat citra baiknya di mata masyarakat, sehingga pada  gilirannya  terpancing  untuk  berpartisipasi.    

Bila  hal  itu  dapat  berkembang  dengan baik,  maka  masyarakat   lambat  laun  akan mampu  menjadi  Polisi   setidaknya  bagi  dirinya sendiri. Tentunya, kekayaan pengalaman selama ini, baik berupa kegagalan, ejekan, makian, keberhasilan dan sindiran yang dialamatkan kepada Polisi perlu dievaluasi kembali untuk menentukan gerak langkah dan mengangkat citra baiknya di masa-masa yang akan datang. Untuk  mengantisipasi  tantangan masyarakat  yang  semakin  kopleks  tersebut,  maka organisasi  Kepolisian  khususnya  di tingat  KOD  perlu memberi  kesempatan  kepada personelnya  guna  melakukan fungsionalisasi  manajemen   pengembangan  diri  guna mewujudkan Pemolisian masyarakat (Community Policing). 

02 October 2014

Didik Anak Dengan Nilai Budaya Sendiri

Jalurberita.com - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kab. Bandung Barat, Hj. Elin Suharliah Abubakar meminta seluruh orang tua untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya daerah sendiri kepada anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh derasnya pengruh budaya budaya luar yang masuk dengan mudah kedalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai media, baik media massa cetak dan elektronik maupun media sosial serta media online.

"Saat ini arus budaya luar masuk dengan begitu deras dan sangat mudah kedalam kehidupan kita. Sehingga, sangat berpengaruh kepada kehidupan psikologis anak-anak. Jadi, jika kita lebih mengawasi dan membatasinya dengan terus memperkenalkan budaya sendiri maka dengan sendirinya anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa ini akan lebih mengenali budaya sendiri dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya kelak," ujar Elin dalam peringatan Hari Keluarga Ke-XXI, Hari Anak Nasional dan Hari Agraria Nasional tingkat Kab. Bandung Barat di Plasa Mekarsari, Ngamprah, Kamis (2/10) siang kemarin.

Selain itu, dalam mendidik anak, Ia menghimbau kepada para orang tua dan para pendidik agar ada sebuah sinergisitas antara pendidikan yang diberikan disekolah dengan yang diberikan dirumah agar anak-anak lebih mudah mengerti dan tidak membingungkan akibat adanya perbedaan ajaran dari guru dan orang tua.

Agar lebih mudah dimengerti dalam memberikan pendidikan, orang tua dan pengajar juga harus memberikan pelajaran dengan cara-cara yang menyenangkan melalui berbagai permainan yang mereka sukai, sehingga akan lebih mudak dipahami dan selalu diingat sepanjang hidupnya.

"Jangan pernah melakukan kekerasan dalam mendidik anak, baik dengan membentak, memukul, menyentil dal sebagainya. Karena, dengan cara tersebut akan menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan psikologis anak," tegasnya. 

Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menjelaskan bahwa dirinya menaruh harapan yang sangat besar kepada anak-anak sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa 10-20 tahun kedepan.

"Karena ditangan anak-anak sekarang masa depan bangsa ini akan ditentukan. Jadi, apa yang kita tanamkan dan didik pada mereka menentukan masa depan bangsa ini dimasa depan," katanya. Dengan demikian, Abubakar menuturkan bahwa para orang tua berkewajiban untuk mendidik anak-anak dengan baik agar bisa menjadi generasi yang unggul dan bermanfaat bagi orang tua, agama, nusa dan bangsanya.

Pasar Curug Agung Padalarang Diresmikan

Jalurberita.com - Karena deadline yang diberikan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berakhir pada 30 September lalu terkait lahan PT. KAI yang yang digunakan untuk Pasar Curug Agung, akhirnya Pemerintah Daerah Kab. Bandung Barat mengambil sikap untuk mempercepat proses relokasi pasar tersebut ke lahan di Jl. Gedong Lima Padalarang yang telah diresmikan penggunaannya pada Rabu, (1/10) siang.


Menurut Ketua Koperasi Pasar Curug Agung, Budi Sudrajat, proses relokasi para pedagang dari lahan PT. KAI direncanakan akan dilakukan pada Desember mendatang. Namun, karena deadline yang diberikan jatuh pada 30 September kemarin, sehingga pelaksanaannya dipercepat dan terkesan dipaksakan.

"Mau tidak mau proses relokasi Pasar Curug Agung memang terpaksa harus segera dilakukan, mengingat deadline yang diberikan PT. KAI sudah habis. Padahal, berdasarkan jadwal yang disesuaikan dengan progres pembangunan pasar dilokasi yang baru, direncanakan relokasi akan dilakukan pada Desember mendatang," ungkap Budi ketika ditemui disela-sela peresmian Pasar Curug Agung, kemarin.

Budi mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang sejak 20 bulan yang lalu. Dan kini, sebanyak 296 pedagang eksisting yang memiliki kios serta 177 pedagang lima sudah mulai menempati lokasi yang baru. Hanya saja, hingga hari peresmian baru sekitar 90 pedagang yang sudah menempati, sedangkan sisanya masih dalam tahapan dan proses persiapan.

Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menuturkan bahwa relokasi ini sengaja di inisiasi oleh pemda guna mendorong perekonomian masyarakat, terutama para pedagang yang telah menggantungkan kehidupannya dari Pasar Curug Agung selama puluhan tahun.

"Kami tidak ingin para pedagang menjadi kehilangan mata pencaharian akibat tidak diperbolehkan menggunakan lahan PT. KAI. Jadi kami segera melakukan tindakan dan terpaksa segera melakukan relokasi agar perekonomian masyarakat yang menjadi pedagang Pasar Curug Agung tidak terganggu," imbuhnya.

Abubakar berharap relokasi ini tidak menimbulkan ekses negatif. Sebab, dengan sendirinya, arus lalu lintas yang berada didepan Stasiun Padalarang akan mengalami perubahan menjadi dua jalur. Sehingga, pemda bekerjasama denga Polres Cimahi harus melakukan rekayasa lalu lintas agar aksesabilitas para pembeli menuju lokasi pasar mensapat kemudahan dan tidak merugikan pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyambut baik relokasi dan peresmian pasar ini. Hanya saja Ia meminta kepada dinas terkait agar membatasi perijinan pendirian pasar modern, seperti minimarket dan supermarket karena akan mengganggu dan mengancam eksistensi pedagang dipasar tradisional.

"Saya meminta dinas terkait untuk membatasi pemberian ijin pendirian mini market agar tidak mengganggu dan mengancam keberadaan pasar tradisional. Dan akan lebih baik, jika tidak ada lagi mini market baru yang berdiri di KBB, sehingga masyarakat akan kembali berbelanja ke pasar tradisional," harapnya. 

Artikel Yang Berhubungan

========================================================== ========================================================== # REDAKSI # Diterbitkan Berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan/Pemimpin Redaksi: Atet Hendrawan Sekretaris Perusahaan/Sekretaris Redaksi: Rinawati ,S.Pd Alamat Redaksi: Lembang Kab.Bandung Barat, Gabung menjadi Wartawan e-mail: Jalurberita@gmail.com, Telp.085220145220 DONASI melalui : # bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan No.Rek: 0887 01 026709 537

Jasa Undangan Murah

Pertemanan

Pertemanan

Teman-Blog

Donasi

bank BRI 0887 Unit Lembang AN; Atet Hendrawan
No.Rek: 0887 01 026709 537

Share It

Jasa Pembuatan Skripsi, Makalah,Majalah Digital Polri, TNI, PNS, Mahasiswa yang berisikan tentang perkap kapolri diantaranya lalu lintas, Polmas atau polisi sipil, kemitraan Polri dan masyarakat, intelejen Polri, manajemen Polri, kemitran preman dan Polri, Logo Partai NasDem
peran polri dalam penanganan konflik, peran polri dalam konflik sosial, peran polri dalam pemberantasan terorisme, peran dpr dalam kedaulatan rakyat, peran dpr dalam sistem pemerintahan indonesia, harapan polri terhadap masyarakat, harapan terhadap polri